Roti Hangat, Dokumen Pemungutan Pajak Nasruddin Hoja
Minggu, 17 Mei 2020 - 15:33 WIB
Lantaran itu pula, Timur Lenk kadang memberi tugas kepada Nasruddin macam-macam. (Baca juga: Timur Lenk Minta Nasruddin Hoja Mengajari Keledai Membaca )
Ini satu contoh saja. Pada masa Timur Lenk, infrastruktur rusak, sehingga hasil pertanian dan pekerjaan lain sangat menurun. Pajak yang diberikan daerah-daerah tidak memuaskan bagi Timur Lenk. Maka para pejabat pemungut pajak dikumpulkan. Mereka datang dengan membawa buku-buku laporan. Namun Timur Lenk yang marah merobek-robek buku-buku itu satu per satu, dan menyuruh para pejabat yang malang itu memakannya. Kemudian mereka dipecat dan diusir keluar.
Baca juga: Abu Nawas Jalankan Perintah Baginda Mengajar Lembu Mengaji
Timur Lenk memerintahkan Nasruddin yang telah dipercayanya untuk menggantikan para pemungut pajak untuk menghitungkan pajak yang lebih besar. Nasruddin mencoba mengelak, tetapi akhirnya terpaksa ia menggantikan tugas para pemungut pajak. Namun, pajak yang diambil tetap kecil dan tidak memuaskan Timur Lenk. Maka Nasruddin pun dipanggil.
Nasrudin datang menghadap Timur Lenk. Ia membawa roti hangat.
Baca juga: Lolos Dari Maut, Abu Nawas Mengolah Ladang dari Dalam Penjara
"Kau hendak menyuapku dengan roti celaka itu, Nasruddin?" bentak Timur Lenk. "Laporan keuangan saya catat pada roti ini, Paduka," jawab Nasrudin dengan gaya pejabat.
"Kau berpura-pura gila lagi, Nasrudin?" Timur Lenk lebih marah lagi. Nasrudin menjawab takzim, "Paduka, usiaku sudah cukup lanjut. Aku tidak akan kuat makan kertas-kertas laporan itu. Jadi semuanya aku pindahkan pada roti hangat ini." (Baca juga: Kisah Bijak: Orang-Orang Buta dan Gajah
Ini satu contoh saja. Pada masa Timur Lenk, infrastruktur rusak, sehingga hasil pertanian dan pekerjaan lain sangat menurun. Pajak yang diberikan daerah-daerah tidak memuaskan bagi Timur Lenk. Maka para pejabat pemungut pajak dikumpulkan. Mereka datang dengan membawa buku-buku laporan. Namun Timur Lenk yang marah merobek-robek buku-buku itu satu per satu, dan menyuruh para pejabat yang malang itu memakannya. Kemudian mereka dipecat dan diusir keluar.
Baca juga: Abu Nawas Jalankan Perintah Baginda Mengajar Lembu Mengaji
Timur Lenk memerintahkan Nasruddin yang telah dipercayanya untuk menggantikan para pemungut pajak untuk menghitungkan pajak yang lebih besar. Nasruddin mencoba mengelak, tetapi akhirnya terpaksa ia menggantikan tugas para pemungut pajak. Namun, pajak yang diambil tetap kecil dan tidak memuaskan Timur Lenk. Maka Nasruddin pun dipanggil.
Nasrudin datang menghadap Timur Lenk. Ia membawa roti hangat.
Baca juga: Lolos Dari Maut, Abu Nawas Mengolah Ladang dari Dalam Penjara
"Kau hendak menyuapku dengan roti celaka itu, Nasruddin?" bentak Timur Lenk. "Laporan keuangan saya catat pada roti ini, Paduka," jawab Nasrudin dengan gaya pejabat.
"Kau berpura-pura gila lagi, Nasrudin?" Timur Lenk lebih marah lagi. Nasrudin menjawab takzim, "Paduka, usiaku sudah cukup lanjut. Aku tidak akan kuat makan kertas-kertas laporan itu. Jadi semuanya aku pindahkan pada roti hangat ini." (Baca juga: Kisah Bijak: Orang-Orang Buta dan Gajah
(mhy)
Lihat Juga :