Abu Nawas Jalankan Perintah Baginda Mengajar Lembu Mengaji
Sabtu, 16 Mei 2020 - 03:50 WIB
loading...
Kalau begitu lembu itu boleh kamu ambil, atau kamu jual, atau kamu buat sate. Ilustrasi/Ist
A
A
A
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M).
Baca juga: Lolos Dari Maut, Abu Nawas Mengolah Ladang dari Dalam Penjara
HARI itu Abu Nawas agak santai setelah sibuk memanen kentang. Tiba-tiba pegawai istana datang. “Tuan Abu Nawas …” kata pegawai istana itu sesampai di rumah Abu Nawas. “Tuan Hamba dipersilahkan Baginda Raja datang ke istana hari ini juga.”
Setelah sedikit berdandan, Abu Nawas meluncur ke Istana. Tidak terlalu jauh. Hanya setengah jam saja sudah sampai.
(Baca juga: Orang-Orang Kanibal, Abu Nawas Akan Disembelih dan Dijadikan Bubur )
“Hai Abu Nawas...” ujar Sultan begitu Abu Nawas menampakkan batang hidungnya. “Tahukah kamu mengapa kamu aku panggil kemari?"
Abu Nawas hanya cengok saja, menanti titah selanjutnya Baginda.
"Aku minta tolong kepadamu untuk mengajari lembuku supaya bisa mengaji Al-Qur’an. Jika lembu itu tidak dapat mengaji, niscaya aku akan menyuruh mereka membunuh kamu.”
(Baca juga: Tipu Dibalas Tipu, Abu Nawas Kok Dilawan )
Abu Nawas garuk-garuk kepala. Akhirnya ia pun menyanggupi. “Baiklah Tuanku Syah Alam,” jawab Abu Nawas. “Titah tuanku patik junjung di atas kepala patik,” tutur Abu Nawas takzim.
Baca juga: Lolos Dari Maut, Abu Nawas Mengolah Ladang dari Dalam Penjara
HARI itu Abu Nawas agak santai setelah sibuk memanen kentang. Tiba-tiba pegawai istana datang. “Tuan Abu Nawas …” kata pegawai istana itu sesampai di rumah Abu Nawas. “Tuan Hamba dipersilahkan Baginda Raja datang ke istana hari ini juga.”
Setelah sedikit berdandan, Abu Nawas meluncur ke Istana. Tidak terlalu jauh. Hanya setengah jam saja sudah sampai.
(Baca juga: Orang-Orang Kanibal, Abu Nawas Akan Disembelih dan Dijadikan Bubur )
“Hai Abu Nawas...” ujar Sultan begitu Abu Nawas menampakkan batang hidungnya. “Tahukah kamu mengapa kamu aku panggil kemari?"
Abu Nawas hanya cengok saja, menanti titah selanjutnya Baginda.
"Aku minta tolong kepadamu untuk mengajari lembuku supaya bisa mengaji Al-Qur’an. Jika lembu itu tidak dapat mengaji, niscaya aku akan menyuruh mereka membunuh kamu.”
(Baca juga: Tipu Dibalas Tipu, Abu Nawas Kok Dilawan )
Abu Nawas garuk-garuk kepala. Akhirnya ia pun menyanggupi. “Baiklah Tuanku Syah Alam,” jawab Abu Nawas. “Titah tuanku patik junjung di atas kepala patik,” tutur Abu Nawas takzim.
Lihat Juga :