Konsep Zakat Syari’ah dan Zakat Thariqah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Rabu, 17 Februari 2021 - 20:19 WIB
Dan zakat syari’ah ini disebut juga dengan shadaqah, seperti perkataan Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani: “Ia disebut shadaqah karena pahalanya (penerimaan Allah) lebih dahulu sampai kepada Allah daripada kepada orang faqir dan yang dimaksudkan”.
Maksudnya adalah pada saat seseorang berniat menunaikan zakat dan sebelum zakat diserahkan kepada orng yang berhak, amal zakat orang tersebut sudah diterima oleh Allah dan Ia mendapat pahala dari Allah bahkan sebelum zakat tersebut disalurkan atau dibagikan.
(Baca juga: Konsep Salat Syari’ah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
Zakat Thariqah
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani berkata:
ِن األُ ِن َوال َم َساِكْي ِ ي َرا ِء الدِّ قَ ُ ِلَى ف ْخ َر ِويَّ ِة إ َ ْن يُ ْع ِط َى ِم ْن َك ْس ِب األُ َى أ ِه ِة فَ َّطِر ْيقَ ال َّما َز َكوةُ َوأ ِة َ ْخ َر ِويَّ
“Sedangkan zakat thariqah ialah zakat yang diberikan seseorang di jalan Allah dari usaha ukhrawi kepada orang-orang yang faqir dalam masalah agama dan miskin dari nilai-nilai ukhrawi”.
Maksud dari usaha ukhrawi adalah pahala yang didapatkan setelah melaksanakan ibadah-ibadah. Jadi yang dimaksud dengan zakat thariqah di sini adalah zakat pahala untuk orang-orang yang faqir dan miskin pahala karena kurangnya ilmu pengetahuan tentang agama sehingga amal ibadahnya sedikit bahkan ditolak oleh Allah SWT, seperti perkataan Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani sebagai berikut:
Baca juga: Beda Pendapat Syaikh Abdul Qadir dengan Ulama Lain Soal Salat Wustha
“Zakat thariqah diberikan kepada ahli maksiat dari hasil amalan ukhrawi (sang muzakki) untuk mendapat ridha Allah SWT. Lalu Allah mengampuni para ahli maksiat itu. Amalan ukhrawi yang dimaksud adalah shadaqah, salat, puasa, zakat, haji, bacaan tasbih, tahlil, bacaan Al Qur’an, kepedulian sosial dan amalan-amalan baik lainnya.
Maksudnya adalah pada saat seseorang berniat menunaikan zakat dan sebelum zakat diserahkan kepada orng yang berhak, amal zakat orang tersebut sudah diterima oleh Allah dan Ia mendapat pahala dari Allah bahkan sebelum zakat tersebut disalurkan atau dibagikan.
(Baca juga: Konsep Salat Syari’ah Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )
Zakat Thariqah
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani berkata:
ِن األُ ِن َوال َم َساِكْي ِ ي َرا ِء الدِّ قَ ُ ِلَى ف ْخ َر ِويَّ ِة إ َ ْن يُ ْع ِط َى ِم ْن َك ْس ِب األُ َى أ ِه ِة فَ َّطِر ْيقَ ال َّما َز َكوةُ َوأ ِة َ ْخ َر ِويَّ
“Sedangkan zakat thariqah ialah zakat yang diberikan seseorang di jalan Allah dari usaha ukhrawi kepada orang-orang yang faqir dalam masalah agama dan miskin dari nilai-nilai ukhrawi”.
Maksud dari usaha ukhrawi adalah pahala yang didapatkan setelah melaksanakan ibadah-ibadah. Jadi yang dimaksud dengan zakat thariqah di sini adalah zakat pahala untuk orang-orang yang faqir dan miskin pahala karena kurangnya ilmu pengetahuan tentang agama sehingga amal ibadahnya sedikit bahkan ditolak oleh Allah SWT, seperti perkataan Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani sebagai berikut:
Baca juga: Beda Pendapat Syaikh Abdul Qadir dengan Ulama Lain Soal Salat Wustha
“Zakat thariqah diberikan kepada ahli maksiat dari hasil amalan ukhrawi (sang muzakki) untuk mendapat ridha Allah SWT. Lalu Allah mengampuni para ahli maksiat itu. Amalan ukhrawi yang dimaksud adalah shadaqah, salat, puasa, zakat, haji, bacaan tasbih, tahlil, bacaan Al Qur’an, kepedulian sosial dan amalan-amalan baik lainnya.
Lihat Juga :