Diragukan, Kebenaran Kisah Masyithoh Saat Rasulullah Isra' Mi'raj
Selasa, 23 Februari 2021 - 05:00 WIB
Pada malam saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan isra’ ditemani oleh Jibril , beliau mencium aroma yang wangi, lalu bertanya: “Wahai Jibril, aroma wangi apa ini?”
Jibril menjawab: “Ini adalah aroma Masyithah putri Fir’aun beserta anak-anaknya”.
Nabi bertanya: “Bagaimana ceritanya?”
Jibril menjawab: “Pada suatu hari, tatkala dia tengah menyisir rambut putri Fir’aun, tiba-tiba sisirnya jatuh dari tangannya lantas dengan reflek dia berkata: ‘Bismillah (dengan nama Allah)’.
Sang Putri bertanya: 'Ayahanda?'.
'Tidak', jawabnya. 'Tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah'.
Putri berkata: ‘Saya akan laporkan kepada ayahanda’.
Dia menyahut, ‘Silakan’.
Fir’aun lantas memanggilnya seraya bertanya: ‘Wahai fulanah, apakah ada Tuhan selain diriku?’
Baca juga: Sakaratul Maut Bagi Kaum Mukmin, Malaikat Berwajah Putih Datang Menghampirinya
Jawabnya: ‘Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’.
Mendengar jawabannya, Fir’aun berang dan memerintahkan kepada anak buahnya agar memanaskan patung sapi hingga meleleh lalu menyuruh agar tukang sisir beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya?
Masyithah berkata: ‘Sebelum saya meninggal, saya memohon kepadamu satu permohonan’.
‘Apa permohonanmu?’ tanya Fir’aun.
Dia menjawab: ‘Saya mohon agar tuan nanti mengumpulkan tulangku dan tulang anak-anakku dalam satu kafan lalu tuan kuburkan kami’.
Jibril menjawab: “Ini adalah aroma Masyithah putri Fir’aun beserta anak-anaknya”.
Nabi bertanya: “Bagaimana ceritanya?”
Jibril menjawab: “Pada suatu hari, tatkala dia tengah menyisir rambut putri Fir’aun, tiba-tiba sisirnya jatuh dari tangannya lantas dengan reflek dia berkata: ‘Bismillah (dengan nama Allah)’.
Sang Putri bertanya: 'Ayahanda?'.
'Tidak', jawabnya. 'Tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah'.
Putri berkata: ‘Saya akan laporkan kepada ayahanda’.
Dia menyahut, ‘Silakan’.
Fir’aun lantas memanggilnya seraya bertanya: ‘Wahai fulanah, apakah ada Tuhan selain diriku?’
Baca juga: Sakaratul Maut Bagi Kaum Mukmin, Malaikat Berwajah Putih Datang Menghampirinya
Jawabnya: ‘Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’.
Mendengar jawabannya, Fir’aun berang dan memerintahkan kepada anak buahnya agar memanaskan patung sapi hingga meleleh lalu menyuruh agar tukang sisir beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya?
Masyithah berkata: ‘Sebelum saya meninggal, saya memohon kepadamu satu permohonan’.
‘Apa permohonanmu?’ tanya Fir’aun.
Dia menjawab: ‘Saya mohon agar tuan nanti mengumpulkan tulangku dan tulang anak-anakku dalam satu kafan lalu tuan kuburkan kami’.
Lihat Juga :