Gara-gara Madu, Ali bin Abu Thalib Nyaris Menghajar Husein

Rabu, 03 Maret 2021 - 05:00 WIB
Ali bin Abu Thalib r.a. menyerahkan uang satu dirham dan diselipkan dalam baju Qanbar sambil berkata: "Belikan dengan uang ini madu yang baik dan yang sama banyaknya dengan yang telah diambil!"

"Demi Allah…, demikian kata Aqil, "…seolah-olah sekarang ini aku sedang melihat tangan Ali memegang mulut kantong madu itu dan Qanbar sedang menuangkan madu ke dalamnya!"

Aqil sendiri pernah mengalami suatu peristiwa pahit dengan saudaranya itu.

Menurut penuturannya: "Waktu itu aku sedang mengalami kesulitan penghidupan yang amat berat. Aku minta bantuan kepadanya (Ali bin Abu Thalib r.a.). Semua anakku kukumpulkan dan kuajak ke rumahnya. Anak-anakku itu benar-benar sedang menderita kekurangan makan. Waktu tiba di sana Ali berkata: 'Datanglah nanti malam, engkau akan kuberi sesuatu'…"

Malam hari itu aku datang lagi bersama anak-anakku. Mereka menuntunku bergantian. Setibanya di sana anak-anakku disuruh menyingkir.

Kepadaku Ali berkata: "Hanya ini saja untukmu!"

Baca juga: Ali bin Abu Thalib yang Gemar Bercanda, Jadi Senjata Lawan untuk Menjatuhkannya

Aku cepat-cepat mengulurkan tangan karena ingin segera menerima pemberiannya, dan kuduga itu sebuah kantong. Ternyata yang kupegang ialah sebatang besi panas yang baru saja dibakar. Besi itu kulemparkan sambil berteriak meraung seperti lembu dibantai.

Ali tenang-tenang saja berkata kepadaku: "Itu baru besi yang dibakar dengan api dunia. Bagaimana kalau kelak aku dan engkau dibelenggu dengan rantai neraka jahanam?!"

Setelah ia membaca ayat 71-72 S. Al Mukmin, Ali bin Abu Thalib r.a. berkata meneruskan: "Dariku engkau tidak akan memperoleh lebih dari hakmu yang sudah ditetapkan Allah bagimu… selain yang sudah kau rasakan sendiri itu! Pulanglah kepada keluargamu."

Memang luar biasa. Muawiyah bin Sufyan ketika mendengar cerita tentang peristiwa itu berkomentar: "Terlalu! Terlalu! Kaum wanita akan mandul dan tidak akan melahirkan anak seperti dia!"

Aqil bin Abi Thalib ternyata berusia lebih panjang daripada saudara-saudaranya. Di kalangan orang-orang Qureiys ia terkenal sebagai salah satu di antara empat orang ahli yang dapat dimintai keterangan tentang ilmu silsilah dan sejarah Quraiys.

Empat orang itu ialah Aqil bin Abi Thalib, Makramah bin Naufal Azzuhriy, Abul Jaham bin Hudzaifah Al Adwiy, dan Huwairits bin Abdul Uzza Al Amiriy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!