Gara-gara Madu, Ali bin Abu Thalib Nyaris Menghajar Husein
Rabu, 03 Maret 2021 - 05:00 WIB
Aqil sanggup memberi keterangan terperinci mengenai soal-soal silsilah dan sejarah Quraiys. Selain itu ia pun seorang periang dan mudah tertawa keras.
Ibnul Atsir meriwayatkan pengalaman Aqil yang lain dengan Ali bin Abu Thalib r.a. Pada suatu hari Aqil datang kepada Ali bin Abu Thalib r.a. untuk meminta sesuatu. Kepada Ali bin Abu Thalib r.a. ia berkata: "Aku ini orang butuh, orang miskin… berilah pertolongan kepadaku."
"Sabarlah dan tunggu sampai tiba waktunya pembagian bersama kaum muslimin lainnya," jawab Ali bin Abu Thalib ra "Engkau pasti kuberi."
Baca juga: Sering Sujud, Kulit Kening Ali bin Abu Thaib Menebal dan Keras Kehitam-hitaman
Aqil tidak puas dengan jawaban itu. Ia mendesak terus dan merajuk. Akhirnya Ali bin Abu Thalib r.a. memerintahkan seseorang: "Bawalah dia pergi ke toko-toko di pasar. Katakan kepadanya supaya mendobrak pintu toko-toko itu dan mengambil barang-barang yang ada di dalamnya!"
Mendengar perintah Ali bin Abu Thalib r.a. yang seperti itu, Aqil menyahut: "Apakah engkau ingin aku menjadi pencuri?"
"Dan engkau, apakah ingin supaya aku mencuri milik kaum muslimin dan memberikannya kepadamu?" jawab Ali bin Abu Thalib r.a.
"Kalau begitu aku mau datang kepada Muawiyah," kata Aqil dengan nada mengancam.
"Terserah," jawab Ali bin Abu Thalib r.a. dengan kontan.
Aqil lalu pergi ke Syam untuk meminta bantuan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan . Oleh Muawiyah ia diberi uang sebesar 100.000 dirham, dengan syarat Aqil harus bersedia naik ke atas mimbar dan berbicara dengan orang banyak tentang apa yang telah diberikan oleh Ali bin Abu Thalib kepadanya dan tentang apa yang telah diberikan Muawiyah.
Dari atas mimbar Aqil berkata dengan lantang: "Hai kaum muslimin, kuberitahukan kepada kalian, bahwa aku telah meminta kepada Ali supaya memilih: 'aku atau agamanya'. Ternyata ia lebih suka memilih agamanya. Kepada Muawiyah aku pun minta seperti itu. Ternyata ia lebih suka memilih aku daripada agamanya!"
Tentang kejujuran dan keadilan Ali bin Abu Thalib r.a. orang tidak segan-segan mengatakan terus terang, sekalipun di depan Muawiyah.
Baca juga: Ali bin Abi Thalib Khawatir Tak Dapat Berjumpa Rasulullah di Hari Kiamat
Ibnul Atsir meriwayatkan pengalaman Aqil yang lain dengan Ali bin Abu Thalib r.a. Pada suatu hari Aqil datang kepada Ali bin Abu Thalib r.a. untuk meminta sesuatu. Kepada Ali bin Abu Thalib r.a. ia berkata: "Aku ini orang butuh, orang miskin… berilah pertolongan kepadaku."
"Sabarlah dan tunggu sampai tiba waktunya pembagian bersama kaum muslimin lainnya," jawab Ali bin Abu Thalib ra "Engkau pasti kuberi."
Baca juga: Sering Sujud, Kulit Kening Ali bin Abu Thaib Menebal dan Keras Kehitam-hitaman
Aqil tidak puas dengan jawaban itu. Ia mendesak terus dan merajuk. Akhirnya Ali bin Abu Thalib r.a. memerintahkan seseorang: "Bawalah dia pergi ke toko-toko di pasar. Katakan kepadanya supaya mendobrak pintu toko-toko itu dan mengambil barang-barang yang ada di dalamnya!"
Mendengar perintah Ali bin Abu Thalib r.a. yang seperti itu, Aqil menyahut: "Apakah engkau ingin aku menjadi pencuri?"
"Dan engkau, apakah ingin supaya aku mencuri milik kaum muslimin dan memberikannya kepadamu?" jawab Ali bin Abu Thalib r.a.
"Kalau begitu aku mau datang kepada Muawiyah," kata Aqil dengan nada mengancam.
"Terserah," jawab Ali bin Abu Thalib r.a. dengan kontan.
Aqil lalu pergi ke Syam untuk meminta bantuan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan . Oleh Muawiyah ia diberi uang sebesar 100.000 dirham, dengan syarat Aqil harus bersedia naik ke atas mimbar dan berbicara dengan orang banyak tentang apa yang telah diberikan oleh Ali bin Abu Thalib kepadanya dan tentang apa yang telah diberikan Muawiyah.
Dari atas mimbar Aqil berkata dengan lantang: "Hai kaum muslimin, kuberitahukan kepada kalian, bahwa aku telah meminta kepada Ali supaya memilih: 'aku atau agamanya'. Ternyata ia lebih suka memilih agamanya. Kepada Muawiyah aku pun minta seperti itu. Ternyata ia lebih suka memilih aku daripada agamanya!"
Tentang kejujuran dan keadilan Ali bin Abu Thalib r.a. orang tidak segan-segan mengatakan terus terang, sekalipun di depan Muawiyah.
Baca juga: Ali bin Abi Thalib Khawatir Tak Dapat Berjumpa Rasulullah di Hari Kiamat
(mhy)
Lihat Juga :