Kisah Khulafaur Rasyidin (45)

Ali bin Abi Thalib Khawatir Tak Dapat Berjumpa Rasulullah di Hari Kiamat

loading...
Ali bin Abi Thalib Khawatir Tak Dapat Berjumpa Rasulullah di Hari Kiamat
Ilustrasi Ali Bin Abi Thalib/Ist/mhy
SIKAP dan cara hidup Ali bin Abu Thalib r.a . benar-benar telah manunggal dengan kezuhudan dan ketinggian tingkat takwanya kepada Allah s.w.t.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Ali bin Abu Thalib Saat Berdiri di Depan Dua Onggok Emas dan Perak

Buku Sejarah Hidup Imam Ali ra karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini memaparkan pernah terjadi, ada seorang telah melakukan suatu kesalahan. Untuk menutupi kesalahannya, ia menyanjung-nyanjung Ali bin Abu Thalib r.a. Sebagai orang yang sudah tahu duduk persoalannya, Ali bin Abu Thalib menjawab: "Aku ini sebenarnya tidak setinggi seperti yang kaukatakan itu, tetapi aku ini sebenarnya memang lebih tinggi daripada apa yang ada pada dirimu."

Perkataan itu diucapkannya dengan wajar, di samping menunjukkan bahwa ia tidak mabuk sanjung-puji, sekaligus pula mengeritik orang yang bersangkutan, bahwa perbuatan buruk berakibat memerosotkan martabat.



Lain contoh lagi tentang kesederhanaan sikapnya. Dalam satu peperangan, lawan-lawan yang dihadapinya semua berseragam tempur, lengkap dengan baju dan topi besi. Tidak dimilikinya seragam tempur seperti itu, tidak membuat Ali bin Abu Thalib r.a. malu dan gentar. Ia terjun ke kancah pertempuran tanpa mengenakan baju besi atau topi pelindung.

Sikap Ali bin Abu Thalib yang seperti itu mencerminkan kewajaran dan kesederhanaannya, walau dalam keadaan menghadapi bahaya menantang.

Bada juga: Muawiyah Tinggal di Istana Megah, Ali bin Abu Thalib: Itu Istana Celaka!

Prinsip kesederhanaan yang tidak dibuat-buat itulah yang melahirkan sikap polos, jujur dan terus terang, baik dalam ucapan maupun perbuatan, dalam keadaan sulit atau pun tidak.

Kepolosan dan kewajaran dalam menghadapi lawan, sering disalahartikan atau disalahgunakan orang untuk mencap Ali bin Abu Thalib r.a. sebagai orang yang sombong dan sok. Benarlah apa yang pernah dikatakan salah seorang sahabatnya: "Ali bin Abi Thalib r.a. adalah orang yang mengenal perang hanya dengan modal keberanian. Ia tidak kenal bagaimana dalam peperangan orang harus mendayagunakan tipu-muslihat."
halaman ke-1
cover top ayah
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ ذَكَرٍ وَّاُنۡثٰى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا‌ ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

(QS. Al-Hujurat:13)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video