Selamat Datang Bulan Sya'ban, Berikut 5 Keutamaannya
Minggu, 14 Maret 2021 - 22:06 WIB
Syaban disebut sebagai bulannya Rasulullah karena beliau menjadikan bulan ini sebagai bulan memperbanyak puasa dan turunnya ayat perintah bersholawat. Foto/Rusman H Siregar
Selamat datang Bulan Sya'ban, Marhaban Yaa Syahru Sya'ban. Alhamdulillah malam ini (14/3/2021) kita telah memasuki Sya'ban 1442 Hijriyah, bulan yang memiliki banyak keutamaan.
Bulan Sya'ban letaknya persis sebelum Ramadhan dan menjadi pintu gerbang menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Ini menjadi isyarat bahwa kita harus berbenah menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan agung Ramadhan.
Sya'ban disebut juga bulannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena beliau menjadikan bulan ini sebagai bulan memperbanyak puasa. Para ulama mengatakan bahwa Rajab adalah bulan menanam kebaikan. Sedangkan Sya'ban bulan menyiram/memupuk kebaikan dan Ramadhan bulan memanen kebaikan.
Jika dianalogikan, Rajab bulan memperbanyak istighfar, Sya'ban bulan bersholawat dan Ramadhan bulan menghidupkan Al-Qur'an. Sya'ban merupakan bulan ke-8 pada kalender Hijriyah di antara Rajab dan Ramadhan.
Berikut 5 Keutamaan Bulan Sya'ban:
1. Amal Hamba Diangkat ke Langit
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Sya'ban merupakan bulan di mana amal shalih setiap hamba akan diangkat ke langit. Ini diterangkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam satu sabdanya: Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya, "Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban." Rasulullah bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa." (HR. An-Nasa'i, Ahmad)
2. Bulan Berpuasa Bagi Rasulullah
Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anhu berkata tentang kebiasaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم di bulan Sya'ban.
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
"Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya'ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
3. Terjadinya Peristiwa Tahwil Kiblat
Di bulan ini juga terjadi peristiwa penting berubahnya arah kiblat dari Masjidil Aqsa Palestina ke Masjidil Haram Makkah. Menurut Al-Qurthubi ketika menafsirkan Surah Al-Baqarah Ayat 144 dalam Kitab Al-Jami' li Ahkamil Qur'an dengan mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti mengatakan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk memindah kiblat pada malam Selasa bulan Sya'ban bertepatan dengan malam Nisfu Sya'ban kala itu. Diceritakan bahwa Nabi berdiri menghadap langit setiap hari menunggu wahyu perpindahan kiblat itu turun.
4. Turunnya Perintah Bersholawat
Salah satu keistimewaan Sya'ban yang masyhur adalah turunnya ayat perintah bersholawat kepada Nabi (QS Al-Ahzab Ayat 56). Sayyid Muhammad bin Abbas Al-Maliki dalam Kitabnya "Ma Dza fi Sya'ban" mengatakan bahwa ayat itu turun pada bulan Sya'ban. Beliau menegaskan pandangannya dengan menyebutkan salah satu hadis riwayat Imam Ad-Dailami dari Sayyidah Aisyah, dia berkata:
شَعْباَنُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ اللِه وَشَعْبَانُ المُطَهِّرُ وَرَمَضَانُ المُكَفِّرُ
"Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan bulan Allah. Bulan Sya'ban menyucikan dan Ramadhan menggugurkan dosa".
Bulan Sya'ban letaknya persis sebelum Ramadhan dan menjadi pintu gerbang menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Ini menjadi isyarat bahwa kita harus berbenah menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan agung Ramadhan.
Sya'ban disebut juga bulannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena beliau menjadikan bulan ini sebagai bulan memperbanyak puasa. Para ulama mengatakan bahwa Rajab adalah bulan menanam kebaikan. Sedangkan Sya'ban bulan menyiram/memupuk kebaikan dan Ramadhan bulan memanen kebaikan.
Jika dianalogikan, Rajab bulan memperbanyak istighfar, Sya'ban bulan bersholawat dan Ramadhan bulan menghidupkan Al-Qur'an. Sya'ban merupakan bulan ke-8 pada kalender Hijriyah di antara Rajab dan Ramadhan.
Berikut 5 Keutamaan Bulan Sya'ban:
1. Amal Hamba Diangkat ke Langit
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Sya'ban merupakan bulan di mana amal shalih setiap hamba akan diangkat ke langit. Ini diterangkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam satu sabdanya: Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya, "Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban." Rasulullah bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa." (HR. An-Nasa'i, Ahmad)
2. Bulan Berpuasa Bagi Rasulullah
Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anhu berkata tentang kebiasaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم di bulan Sya'ban.
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
"Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya'ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
3. Terjadinya Peristiwa Tahwil Kiblat
Di bulan ini juga terjadi peristiwa penting berubahnya arah kiblat dari Masjidil Aqsa Palestina ke Masjidil Haram Makkah. Menurut Al-Qurthubi ketika menafsirkan Surah Al-Baqarah Ayat 144 dalam Kitab Al-Jami' li Ahkamil Qur'an dengan mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti mengatakan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم untuk memindah kiblat pada malam Selasa bulan Sya'ban bertepatan dengan malam Nisfu Sya'ban kala itu. Diceritakan bahwa Nabi berdiri menghadap langit setiap hari menunggu wahyu perpindahan kiblat itu turun.
4. Turunnya Perintah Bersholawat
Salah satu keistimewaan Sya'ban yang masyhur adalah turunnya ayat perintah bersholawat kepada Nabi (QS Al-Ahzab Ayat 56). Sayyid Muhammad bin Abbas Al-Maliki dalam Kitabnya "Ma Dza fi Sya'ban" mengatakan bahwa ayat itu turun pada bulan Sya'ban. Beliau menegaskan pandangannya dengan menyebutkan salah satu hadis riwayat Imam Ad-Dailami dari Sayyidah Aisyah, dia berkata:
شَعْباَنُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ اللِه وَشَعْبَانُ المُطَهِّرُ وَرَمَضَانُ المُكَفِّرُ
"Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan bulan Allah. Bulan Sya'ban menyucikan dan Ramadhan menggugurkan dosa".
Lihat Juga :