Inilah Adab Ziarah Kubur Menurut Imam Al Ghazali

Senin, 22 Maret 2021 - 08:16 WIB
زُوْرُوا مَوْتَاكُمْ وَسَلِّمُوا عَلَيْهِمْ فَإِنَّ لَكُمْ فِيْهِمْ عِبْرَةٌ

“Ziarahilah mayit-mayit kalian dan ucapkanlah salam atas mereka. Karena mereka adalah ibrah (pelajaran) bagi kalian semua.”

Baca juga: Filipina Marah, 220 Kapal AL China Masuk Wilayah Sengketa Laut China Selatan

3. Tidak perlu menyentuh, mengusap, dan mencium makam maupun batu nisan orang yang diziarahi.

Alasannya, karena hal itu menyerupai perilaku orang-orang Nasrani ketika mengunjungi makam kelompok mereka. Memang melakukan hal tersebut tidak lantas menjadikan pelakunya sebagai orang kafir, akan tetapi patut diperhatikan untuk berhati-hati.

4. Mendoakan mayit yang diziarahi secara khusus, dan kaum muslimin secara umum.

Imam al-Ghazali mengutip hadis Nabi yang menjelaskan bahwa orang yang telah meninggal itu layaknya orang tenggelam yang menanti pertolongan dari orang yang hidup melalui doa-doanya.

Baca juga: Kemenkumham Diyakini Sudah Mengetahui Kepengurusan Demokrat Mana yang Sah

Diceritakan juga kisah tentang Basyar bin Ismail an-Najrani yang pernah memimpikan Sayyidah Rabi’ah al-Adawiyyah. Dalam mimpi itu, Sayyidah Rabi’ah menuturkan, doa orang mukmin yang masih hidup untuk orang yang telah meninggal itu di akhirat diberikan layaknya hidangan dalam baki bercahaya yang ditutup dengan kain sutra.

5. Membacakan ayat Al-Qur’an di dekat makam orang yang diziarahi.

Imam Ahmad bin Hanbal memang pernah menyatakan, perilaku tersebut merupakan perbuatan bid’ah, konteksnya saat itu beliau melihat orang yang membaca ayat Al-Qur’an di pekuburan. Akan tetapi setelah mendengar penjelasan Ibnu Qudamah, yang mengutip wasiat Ibnu Umar agar muslim membaca ayat Al-Qur’an saat ziarah kubur, Imam Ahmad bin Hanbal lantas menarik kembali fatwa bid’ah-nya.

Baca juga: Ke Depan Bank Tak Lagi Menyimpan Uang Tunai, tapi Data
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!