Inilah Adab Ziarah Kubur Menurut Imam Al Ghazali
Senin, 22 Maret 2021 - 08:16 WIB
6.Memuji mayit, tidak mengatakan sesuatu selain kebaikan mayit.
Memuji mayit dan menceritakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh mayit merupakan bagian dari kesaksian orang yang masih hidup kepada orang yang telah meninggal. Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan bahwa Allah menerima kesaksian dari dari orang yang masih hidup kepada orang yang telah meninggal.
Di antaranya adalah kisah dari Anas bin Malik, ketika dua kali jenazah melewati rombongan Rasulullah, lantas orang-orang memberikan pujian untuk orang pertama, dan cacian untuk orang kedua. Setelah itu Rasulullah menimpali “wajabat”. Ketika Umar menanyakan hal tersebut.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. bersabda:
إِنَّ هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةَ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارَ. وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللهِ فِي الأَرْضِ.
“Orang ini engkau pujikan padanya kebaikan, maka ia mendapatkan surga. Dan orang ini kalian pujikan padanya keburukan, maka ia mendapatkan neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi.” (H.R. Bukhari & Muslim)
Baca juga: Mengenal 10 Stilasi di Kota Bandung, Bukti Peristiwa Bandung Lautan Api
7. Berziarah pada hari Jumat.
Penjelasan ini didasarkan pada pendapat para ulama: ketika hari Jumat tiba, arwah yang telah meninggal bertemu dan berkumpul bersama kelompoknya sembari menikmati hidangan doa yang diberikan oleh keluarga mayit. Sang mayit pun mengetahui apabila ada orang yang menziarahi makamnya berkat keutamaan hari Jumat yang dijanjikan oleh Allah Ta'ala.
Itulah serangkaian adab ziarah kubur yang disampaikan Imam Abu Hamid al-Ghazali. Semoga bisa kita amalkan.
Wallahu A'lam
Memuji mayit dan menceritakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh mayit merupakan bagian dari kesaksian orang yang masih hidup kepada orang yang telah meninggal. Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan bahwa Allah menerima kesaksian dari dari orang yang masih hidup kepada orang yang telah meninggal.
Di antaranya adalah kisah dari Anas bin Malik, ketika dua kali jenazah melewati rombongan Rasulullah, lantas orang-orang memberikan pujian untuk orang pertama, dan cacian untuk orang kedua. Setelah itu Rasulullah menimpali “wajabat”. Ketika Umar menanyakan hal tersebut.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. bersabda:
إِنَّ هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةَ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارَ. وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللهِ فِي الأَرْضِ.
“Orang ini engkau pujikan padanya kebaikan, maka ia mendapatkan surga. Dan orang ini kalian pujikan padanya keburukan, maka ia mendapatkan neraka. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi.” (H.R. Bukhari & Muslim)
Baca juga: Mengenal 10 Stilasi di Kota Bandung, Bukti Peristiwa Bandung Lautan Api
7. Berziarah pada hari Jumat.
Penjelasan ini didasarkan pada pendapat para ulama: ketika hari Jumat tiba, arwah yang telah meninggal bertemu dan berkumpul bersama kelompoknya sembari menikmati hidangan doa yang diberikan oleh keluarga mayit. Sang mayit pun mengetahui apabila ada orang yang menziarahi makamnya berkat keutamaan hari Jumat yang dijanjikan oleh Allah Ta'ala.
Itulah serangkaian adab ziarah kubur yang disampaikan Imam Abu Hamid al-Ghazali. Semoga bisa kita amalkan.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :