5 Obat Hati, Salah Satunya Berkumpul dengan Orang-orang Saleh
Sabtu, 03 April 2021 - 20:46 WIB
Allah berfirman:
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ
"Dan tiap-tiap berita dari berita Rasul-rasul itu, kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), untuk menguatkan hatimu dengannya." (Surah Hud: 120)
Imam Abu Hanifah berkata: Hikayat-hikayat mengenai para ulama dan kebaikan mereka, lebih aku sukai daripada banyaknya ilmu fiqih. Karena hikayat-hikayat ini memuat adab-adab dan akhlak mereka.
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ
"Sesungguhnya, kisah mereka (para Nabi) itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal..." (QS Yusuf: 111)
Muhammad bin Yunus berkata: Tiada aku melihat akan seuatu yang lebih manfaat bagi hati daripada mengingati riwayat hidup orang-orang soleh.
Sufyan bin Uyainah mengatakan bahawa ketika menyebut orang-orang sholeh akan bercucuran rahmat. Maka duduk bersama orang-orang saleh atau mendengar percakapan (nasihat) mereka atau mendengar hadits dari mereka dan keutamaan mereka akan membuat hati tenang. Dada menjadi lapang dan membaguskan akhlaq dan amalan.
Al-Hafidz Al-Qurasyi pada pembukaan Kitab beliau Al-Jawahir al-Mudhiyyah, beliau berkata: Segolongan salaf menafsirkan firman Allah "Ketahuilah dengan zikrullah itu, tenteramlah hati manusia". Yaitu menyebut kemuliaan para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم. Karena mereka pernah melihat langsung Rasulullah. Mereka mengikuti Rasulullah dengan sebaik-baiknya.
Para Tabi'in juga memiliki kemuliaan yang sedemikian, maka dengan menyebut mereka tenteramlah dengannya hati-hati. Dan demikian juga orang-orang yang sesudah mereka yang mengikuti mereka sebaik-baiknya sehingga hari kiamat.
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ
"Dan tiap-tiap berita dari berita Rasul-rasul itu, kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), untuk menguatkan hatimu dengannya." (Surah Hud: 120)
Imam Abu Hanifah berkata: Hikayat-hikayat mengenai para ulama dan kebaikan mereka, lebih aku sukai daripada banyaknya ilmu fiqih. Karena hikayat-hikayat ini memuat adab-adab dan akhlak mereka.
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ
"Sesungguhnya, kisah mereka (para Nabi) itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal..." (QS Yusuf: 111)
Muhammad bin Yunus berkata: Tiada aku melihat akan seuatu yang lebih manfaat bagi hati daripada mengingati riwayat hidup orang-orang soleh.
Sufyan bin Uyainah mengatakan bahawa ketika menyebut orang-orang sholeh akan bercucuran rahmat. Maka duduk bersama orang-orang saleh atau mendengar percakapan (nasihat) mereka atau mendengar hadits dari mereka dan keutamaan mereka akan membuat hati tenang. Dada menjadi lapang dan membaguskan akhlaq dan amalan.
Al-Hafidz Al-Qurasyi pada pembukaan Kitab beliau Al-Jawahir al-Mudhiyyah, beliau berkata: Segolongan salaf menafsirkan firman Allah "Ketahuilah dengan zikrullah itu, tenteramlah hati manusia". Yaitu menyebut kemuliaan para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم. Karena mereka pernah melihat langsung Rasulullah. Mereka mengikuti Rasulullah dengan sebaik-baiknya.
Para Tabi'in juga memiliki kemuliaan yang sedemikian, maka dengan menyebut mereka tenteramlah dengannya hati-hati. Dan demikian juga orang-orang yang sesudah mereka yang mengikuti mereka sebaik-baiknya sehingga hari kiamat.
Lihat Juga :