Masih Junub di Waktu Subuh, Bagaimana Hukum Puasanya?

Selasa, 20 April 2021 - 20:35 WIB
Seorang yang junub tetap sah puasanya meski belum melakukan mandi janabah. Selain itu, boleh menyantap sahur dalam kondisi junub. Hanya saja, ia hendaknya berwudhu terlebih dahulu. Foto ilustrasi/ist
Bagi pasangan suami istri , terkadang mendapat dirinya junub di pagi hari dan belum mandi janabah ketika fajar telah terbit. Padahal ia berkewajiban menunaikan puasa Ramadhan. Bagaimana hukum puasa dalam keadaan junub ini?



Ibadah puasa berbeda dengan sholat dalam hal syarat sahnya. Jika sholat mengharuskan suci dari hadats , tidak dengan puasa. Seandainya puasa mensyaratkan kesucian, pastilah kaum muslim kerepotan karena tak boleh buang hajat selama berpuasa.

Karena itulah seorang yang junub dan belum mandi saat subuh tetap dapat melaksanakan puasa. Ia dapat meneruskan puasa meski belum mandi janabah. Dinukil dari konsultasisyariah.com, kondisi junub seperti ini pernah dialami Rasulullah sebagaimana yang dikabarkan Aisyah radhiyallahu'anha, “Rasulullah memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Al Bukhari dan Tirmidzi).



Jelaslah bahwa seorang yang junub tetap sah puasanya meski belum melakukan mandi janabah. Selain itu, seseorang pula boleh menyantap sahur dalam kondisi junub. Hanya saja, ia hendaknya berwudhu terlebih dahulu sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah.

Dari Aisyah, ia berkata, “Apabila Rasulullah berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak sholat.” (HR. Muslim).



Jangan Ditunda Mandi Janabahnya

Setiap muslim tetap berkewajiban sholat subuh meski dibolehkan berpuasa tanpa mandi janabah ataupun mandi wajib terlebih dahulu. Sementara sholat tidaklah sah kecuali dalam kondisi suci.

Allah Ta'ala berfirman,

“..........Jika kalian dalam keadaan junub, bersucilah.,,,,,” (QS. Al Maidah: 6).



Oleh karena itu, seseorang hendaknya tidak menunda ataupun bermalas-malasan dalam mandi janabah atau mandi wajib. Ketika waktu subuh tiba, harus segera mandi untuk menunaikan sholat subuh tepat waktu. Tidak boleh secara sengaja mengakhirkan mandi hingga terbit matahari yang berakibat terlambat menunaikan sholat subuhnya.



Sebagian ulama bahkan memberikan batasan waktu mandi janabah saat masuk waktu shubuh atau sebelum matahari terbit. Hal ini dikarenakan agar seseorang tak ketinggalan sholat subuh. Hal ini lebih ditekankan bagi para pria agar tak tertinggal jamaah subuh di masjid.



Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat.  (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang.  (2) Wanita-wanita berpakaian tetapi (seperti) bertelanjang (pakaiannya terlalu minim, tipis, ketat, atau sebagian auratnya terbuka), berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.

(HR. Muslim No. 3971)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More