Misi Besar Israel Sambut Dajjal dan Kematiannya di Tangan Nabi Isa
Jum'at, 21 Mei 2021 - 05:00 WIB
Sejak kemunculannya di Khurasan, Dajjal mulai menebarkan fitnah ke seluruh penjuru bumi sampai hampir memasuki Kota Madinah. Akan tetapi para Malaikat membelokkannya ke arah Syam (Palestina, Suriah, Yordania, Lebanon). Kemudian Dajjal dan 70.000 pasukan Yahudi mengepung Damaskus Suriah, tempat Imam Mahdi dan kaum muslimin berada. Saat itu Imam Mahdi dan pasukannya baru saja kembali dari penaklukan Konstantinopel.
Ketika hendak menunaikan sholat Shubuh --menurut sebuah riwayat di Masjid Jami' Al-Umawi Damaskus--, tiba-tiba Isa Al-Masih turun ditemani dua Malaikat. Imam Mahdi mempersilakan Isa Al-Masih untuk menjadi imam sholat, tetapi beliau menolaknya dan meminta Imam Mahdi memimpin sholat sebagai karunia besar untuk umat Nabi Muhammad. Setelah selesai sholat, Isa Al-Masih memerintahkan kaum muslimin untuk membuka gerbang masjid.
Pertempuran Besar
Ketika pintu terbuka, Dajjal dan pasukan Yahudi telah mengepung kaum muslimin. Di sinilah terjadi pertempuran besar-besaran antara kaum muslimin di bawah kepemimpinan Imam Mahdi dan Isa Al-Masih dengan kaum Yahudi di bawah kepemimpinan Dajjal.
Dalam satu riwayat disebutkan, ketika melihat Isa Al-Masih, tubuh Dajjal meleleh bagaikan melelehnya garam dalam air. Dajjal melarikan diri dari hadapan Isa Al-Masih. Lalu Isa Al-Masih terus mengejarnya hingga ke gerbang Lod di Palestina. Di situlah Isa Al-Masih menikam Dajjal dengan tombaknya.
Sementara itu, pasukan Yahudi kocar-kacir. Mereka lari bersembunyi dibalik pohon dan bebatuan. Tetapi pohon dan bebatuan itu memberitahukan keberadaan mereka kecuali pohon Gharqad.
Sementara itu, bagi anak-anak, kaum wanita, lansia maupun kaum muslimin tidak ikut berperang, Makkah dan Madinah adalah sebaik-baik tempat untuk berlindung dari fitnah Dajjal. Bagi kaum muslimin yang bertempat tinggal di luar Makkah Madinah dianjurkan untuk mengamalkan sabda Rasulullah agar terhindar dari fitnah Dajjal.
Berikut pesan beliau: "Barang siapa yang senantiasa membaca sepuluh ayat dari awal Surat Al-Kahfi maka ia akan terhindar dari Dajjal. Dalam riwayat lain dari akhir Surah Al-Kahfi." (HR. Muslim)
Dalam hadis panjang dari Nawwas bin Sam'an, yang membicarakan kemunculan Dajjal dan turunnya Isa Bin Maryam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ketika Allah mengutus Isa Ibnu Maryam, maka turunlah ia di Menara putih di sebelah timur Damaskus mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za'faran. Kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat. Jika ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatanlah landai seperti mutiara. Maka tidak ada seorang kafir pun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di gerbang Lodd, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga." (HR Muslim)
Ketika hendak menunaikan sholat Shubuh --menurut sebuah riwayat di Masjid Jami' Al-Umawi Damaskus--, tiba-tiba Isa Al-Masih turun ditemani dua Malaikat. Imam Mahdi mempersilakan Isa Al-Masih untuk menjadi imam sholat, tetapi beliau menolaknya dan meminta Imam Mahdi memimpin sholat sebagai karunia besar untuk umat Nabi Muhammad. Setelah selesai sholat, Isa Al-Masih memerintahkan kaum muslimin untuk membuka gerbang masjid.
Pertempuran Besar
Ketika pintu terbuka, Dajjal dan pasukan Yahudi telah mengepung kaum muslimin. Di sinilah terjadi pertempuran besar-besaran antara kaum muslimin di bawah kepemimpinan Imam Mahdi dan Isa Al-Masih dengan kaum Yahudi di bawah kepemimpinan Dajjal.
Dalam satu riwayat disebutkan, ketika melihat Isa Al-Masih, tubuh Dajjal meleleh bagaikan melelehnya garam dalam air. Dajjal melarikan diri dari hadapan Isa Al-Masih. Lalu Isa Al-Masih terus mengejarnya hingga ke gerbang Lod di Palestina. Di situlah Isa Al-Masih menikam Dajjal dengan tombaknya.
Sementara itu, pasukan Yahudi kocar-kacir. Mereka lari bersembunyi dibalik pohon dan bebatuan. Tetapi pohon dan bebatuan itu memberitahukan keberadaan mereka kecuali pohon Gharqad.
Sementara itu, bagi anak-anak, kaum wanita, lansia maupun kaum muslimin tidak ikut berperang, Makkah dan Madinah adalah sebaik-baik tempat untuk berlindung dari fitnah Dajjal. Bagi kaum muslimin yang bertempat tinggal di luar Makkah Madinah dianjurkan untuk mengamalkan sabda Rasulullah agar terhindar dari fitnah Dajjal.
Berikut pesan beliau: "Barang siapa yang senantiasa membaca sepuluh ayat dari awal Surat Al-Kahfi maka ia akan terhindar dari Dajjal. Dalam riwayat lain dari akhir Surah Al-Kahfi." (HR. Muslim)
Dalam hadis panjang dari Nawwas bin Sam'an, yang membicarakan kemunculan Dajjal dan turunnya Isa Bin Maryam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ketika Allah mengutus Isa Ibnu Maryam, maka turunlah ia di Menara putih di sebelah timur Damaskus mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za'faran. Kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat. Jika ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatanlah landai seperti mutiara. Maka tidak ada seorang kafir pun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di gerbang Lodd, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga." (HR Muslim)
Lihat Juga :