Apa yang Dimaksud Jembatan Antara Surga dan Neraka di Hari Kiamat?

Jum'at, 11 Juni 2021 - 20:18 WIB
Ilustrasi/Ist
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يَخْلُصُ الْمُؤْمِنُونَ مِنْ النَّارِ فَيُحْبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُقَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمُ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمْ فِي دُخُولِ الْجَنَّةِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَأَحَدُهُمْ أَهْدَى بِمَنْزِلِهِ فِي الْجَنَّةِ مِنْهُ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا » [أخرجه البخاري]

“Ketika orang-orang beriman telah selamat dari api neraka, mereka lalu tertahan di qonthoroh (jembatan) yang berada di antara surga dan neraka. Kemudian mereka semua dihukumi satu sama lain atas kezaliman yang dahulu pernah mereka lakukan. Sampai ketika mereka semua sudah bersih dari dosa, mereka baru di izinkan untuk masuk ke dalam surga. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya. Benar-benar salah seorang diantara kalian itu lebih mengenali tempat tinggalnya disurga dari pada tempat tinggalnya dahulu ketika didunia“. [HR Bukhari no: 6535].



Penjabaran Hadis, “Ketika orang-orang beriman telah selamat dari api neraka“. Yaitu manakala mereka telah berhasil melewati titian yang mereka lewati sesuai dengan tingkat amalannya.



Imam Qurthubi dalam kitabnya Tadzkirah mengatakan, “Mereka adalah orang-orang beriman, dan Allah Ta’alla telah mengetahui bahwa dengan adanya qishash tersebut tidak akan menyisakan kebaikan mereka sedikitpun”.

Karena jika dilaksanakan qishash, kebaikan yang mereka miliki sudah tidak tersisa yang bisa digunakan sebagai modal untuk masuk ke dalam surga.

Sedangkan Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menerangkan, “Kemungkinan yang dimaksud mereka itu ialah ashabul a’raf dari kalangan mereka menurut pendapat yang lebih kuat, yaitu orang-orang yang mempunyai kebaikan dan keburukan sama kedudukannya.

Lalu keluar dari kelompok ini dua golongan dari kalangan orang-orang beriman, yakni orang yang masuk surga tanpa hisab dan orang yang binasa karena amalan (jelek)nya”.

Kemudian Sabdanya, “Mereka lalu tertahan di qonthoroh yang berada diantara surga dan neraka“.

Yang dimaksud dengan Qonthoroh secara bahasa ialah jembatan yang dibentangkan di atas sungai yang bisa dilewati.



Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi menjelaskan, mungkin ada yang bertanya, seperti apa Qonthoroh itu dan bagaimana jalannya qishash tersebut yang terjadi di antara jembatan tadi. Apakah di sana ada qishosh lagi selain dari qishosh yang dilakukan pada permulaan hari kiamat?

Maka kita jawab, kata Syaikh Amin, bahwa perkara-perkara seperti ini merupakan perkara ghaib yang tugas kita hanya mengimaninya saja, tidak ada keharusan untuk mengetahui tentang bagaimana proses kejadiannya. Sebab kita tidak mempunyai ilmu tentang shirat, hakekatnya seperti apa, begitu pula dalam masalah qonthoroh, terus bagaimana mereka tertahan di sana, kita tidak mengetahuinya?

Karena hakekat akhirat itu tidak ada yang mengetahuinya melainkan Allah Ta’ala, namun, dengan ini setiap orang akan menjumpai perkara akhirat pada hari kiamat apabila mereka menyaksikan secara langsung perkaranya dengan mata kepala sendiri.

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah menerangkan, “Qonthoroh peristiwanya terjadi setelah (mereka) melewati neraka. Bisa jadi qonthoroh ini berbarengan dengan peristiwa lain yang hanya Allah Shubhanahu wa Ta’alla yang mengetahuinya, sedang kita tidak mengetahui hal tersebut. Wallahu a’lam.

Sedang al-Hafidh Ibnu Hajar menyatakan, “Terjadi silang pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini, apakah qonthoroh itu merupakan tepi jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahanam ataukah dia merupakan jembatan sendiri secara terpisah, dan imam al-Qurthubi lebih condong kepada pendapat yang kedua”.



Adapun sabdanya, “Kemudian mereka semua dihukumi satu sama lain atas kezaliman yang dahulu pernah mereka lakukan“.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
Hadits of The Day
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Orang yang paling Allah benci adalah orang yang suka membantah dan sengit permusuhannya.

(HR. Bukhari No. 4161)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More