Jangan Bersedih, Sakit Bisa Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat
Minggu, 11 Juli 2021 - 18:48 WIB
لَّيۡسَ بِأَمَانِيِّكُمۡ وَلَآ أَمَانِيِّ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِۗ مَن يَعۡمَلۡ سُوٓءٗا يُجۡزَ بِهِۦ [النساء: 123]
“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu“.[an-Nisaa’/4: 123].
Apakah setiap kejelekan yang kita kerjakan pasti ada balasannya? Maka Rasulallah SAW menjawab dengan sabdanya:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ أَلَسْتَ تَمْرَضُ أَلَسْتَ تَنْصَبُ أَلَسْتَ تَحْزَنُ أَلَسْتَ تُصِيبُكَ اللَّأْوَاءُ قَالَ بَلَى قَالَ فَهُوَ مَا تُجْزَوْنَ بِهِ » [ أخرجه أحمد]
“Semoga Allah mengampuni wahai Abu Bakar. Bukankah engkau pernah sakit? Mendapat cobaan? Bersedih hati? Dan mendapat kesulitan?
"Pernah ya Rasulallah," jawab Abu Bakar. Maka beliau mengatakan: ‘Itulah balasan atas perbuatan burukmu tersebut”. [HR Ahmad 1/230 no: 68].
Lebih jelasnya dalam sebuah ayat Allah Ta’ala menerangkan akan hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ [ الشورى: 30]
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. [asy-Syuura/42: 30].
Baca juga: Amalan Sebelum Tidur yang Pahalanya Dapat Menghapus Dosa
Imam Bukhari dan Muslim mengeluarkan sebuah hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ » [ أخرجه البخاري و مسلم]
“Tidaklah seorang muslim tertimpa cobaan, penyakit, kesulitan, kesedihan, gangguan, tidak pula gundah kelana, sampai kiranya duri yang menusuknya, melainkan Allah akan jadi sebagai penghapus dari kesalahannya“. [HR Bukhari no: 5642. Muslim no: 2573].
Sedangkan Imam Tirmidzi mengeluarkan sebuah hadis dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan segerakan baginya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba maka Allah tahan darinya atas perbuatan dosanya sampai dihitung kelak pada hari kiamat”.[HR at-Tirmidzi no: 2396. Dinyatakan Hasan shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi 2/285 no: 1953].
“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu“.[an-Nisaa’/4: 123].
Apakah setiap kejelekan yang kita kerjakan pasti ada balasannya? Maka Rasulallah SAW menjawab dengan sabdanya:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ أَلَسْتَ تَمْرَضُ أَلَسْتَ تَنْصَبُ أَلَسْتَ تَحْزَنُ أَلَسْتَ تُصِيبُكَ اللَّأْوَاءُ قَالَ بَلَى قَالَ فَهُوَ مَا تُجْزَوْنَ بِهِ » [ أخرجه أحمد]
“Semoga Allah mengampuni wahai Abu Bakar. Bukankah engkau pernah sakit? Mendapat cobaan? Bersedih hati? Dan mendapat kesulitan?
"Pernah ya Rasulallah," jawab Abu Bakar. Maka beliau mengatakan: ‘Itulah balasan atas perbuatan burukmu tersebut”. [HR Ahmad 1/230 no: 68].
Lebih jelasnya dalam sebuah ayat Allah Ta’ala menerangkan akan hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ [ الشورى: 30]
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. [asy-Syuura/42: 30].
Baca juga: Amalan Sebelum Tidur yang Pahalanya Dapat Menghapus Dosa
Imam Bukhari dan Muslim mengeluarkan sebuah hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ » [ أخرجه البخاري و مسلم]
“Tidaklah seorang muslim tertimpa cobaan, penyakit, kesulitan, kesedihan, gangguan, tidak pula gundah kelana, sampai kiranya duri yang menusuknya, melainkan Allah akan jadi sebagai penghapus dari kesalahannya“. [HR Bukhari no: 5642. Muslim no: 2573].
Sedangkan Imam Tirmidzi mengeluarkan sebuah hadis dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan segerakan baginya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba maka Allah tahan darinya atas perbuatan dosanya sampai dihitung kelak pada hari kiamat”.[HR at-Tirmidzi no: 2396. Dinyatakan Hasan shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi 2/285 no: 1953].
Lihat Juga :