Idul Adha, Ajari Anak Cinta Rasulullah dan Ahli Baitnya

Rabu, 21 Juli 2021 - 13:45 WIB
Semua kisah para Nabi dan Rasul seakan-akan menjadikan kedudukan anak dalam status nubuwwah menjadi sangat rentan serta menjadi ujian terberat dari semua ujian yang ada yang harus mereka lewati.

Maka, ujian anak ini menjadi beban dan tugas tersendiri bagi setiap ayah atau orang tua untuk mendidik dan mengarahkannya ke jalan keselamatan di dunia dan akhirat.

Anak pada satu saat menjadi jalan wasilah bagi orang tua yang membawa mereka ke surga. Pada saat yang sama juga membawa ke jalan kehinaan dan penyesalan tiada akhir.

Namun berbeda dengan Habibuna Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berkenaan dengan anak. Beliau memperoleh jaminan keselamatan bagi anak-anak dan keturunannya.

Bahkan, di saat orang-orang kafir Quraisy mencela bahwa engkau ya Muhammad Abtar (tak punya keturunan anak lelaki), Al-Qur'an menegaskan dengan pembelaan langsung dari Allah:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

"Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)."

Para ulama tafsir menyepakati bahwa makna tafsir dari "al-Kautsar" adalah anak keturunan yang banyak hingga hari Kiamat.

Bahkan, tidak sekadar anak zuriyat keturunan yang banyak dan berlimpah, Allah Ta'ala juga menjamin mereka dengan kesucian mereka dari kekotoran.

إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!