Kisah Makam Imam Bukhari dan Soekarno

Selasa, 10 Agustus 2021 - 11:37 WIB
Baca juga: Biografi Imam Bukhari, Buta di Waktu Kecil Tapi Hafal 100.000 Hadits Shahih

Dalam buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno (2017) itu menyebut bahwa permintaan pemugaran makam Imam Bukhori itu disampaikan Sukarno kepada Khrushchev sebelum kunjungannya ke Uni Soviet pada 1956.

Keterangan ini janggal, karena saat itu Presiden Uni Soviet adalah Kliment Voroshilov dan undangan kunjungan datang darinya. Sementara Khrushchev masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Presidium Tertinggi Uni Soviet.

Sejarawan Asvi Warman Adam juga meragukan kebenaran kisah itu. Sebabnya tidak ada literasi resmi soal peristiwa tersebut. "Kadang memang ada cerita Sukarno yang dibesar-besarkan," ujar Asvi suatu ketika.

Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbekistan tahun 196 Hijriah atau 810 Masehi. Beliau diberi nama Muhammad oleh ayahnya yang bernama Ismail bin Ibrahim. Tapi akhirnya lebih dikenal sebagai Imam Bukhari, dari nama kota Bukhara.

Selama hidupnya, Imam Bukhari menghimpun sejuta hadis dari Rasulullah SAW. Dia menyaring dan mempelajari hadis-hadis tersebut untuk menentukan mana hadis yang kuat, atau lemah.

Akhirnya Imam Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.

Baca juga: Daftar Prank di Berbagai Era Presiden, dari Zaman Sukarno hingga Jokowi

Makam Imam Bukhari terletak di Samarkand, Uzbekistan dan jenazahnya berada di ruang bawah tanah dengan berselimutkan kain hitam, bertuliskan Arab.

Banyak para wisatawan dari kalangan muslim dan nonmuslim yang berasal dari berbagai nagara yang mengunjungi makam Beliau dan peziarah hanya diizinkan masuk sampai ruang atas kompleks permakaman.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!