Cara Mendapatkan Kenikmatan Ibadah Menurut Ulama

Rabu, 18 Agustus 2021 - 12:21 WIB
Jadi, jika kita belum bisa merasakan manisnya kenikmatan beribadah, bisa jadi salah satu dari poin di atas atau bahkan ketiga-tiganya masih melekat dalam diri kita.

Sebenarnya, dalam kitab syarah al-Wajibat yang disebut ibadah secara bahasa adalah perendahan diri, ketundukan dan kepatuhan . Adapun secara istilah syari’at, para ulama memberikan beberapa definisi yang beraneka ragam. Di antara definisi terbaik dan terlengkap adalah yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Baca juga: Najiskah Kotoran Cicak di Tempat Sholat? Ini Pendapat Ulama

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir).

Mengingat begitu pentingnya ibadah bagi setiap muslim, maka alangkah ruginya jika seorang muslim tidak mendapatakan manisnya ibadah. Artinya, sebelum dan sesudah ibadah kelakuannya sama, cenderung banyak keburukannya.

Karena itu, setiap muslim wajib mengoreksi ibadah yang telah dikerjakan. Sudahkah seorang muslim merasakan kenikmatan dalam mengerjakannya, atau malah sebaliknya, penderitaan yang dialami? Sudah luruskan niat kita? Sudah sesuai tuntunankah ibadah kita?

Baca juga: Anies Teken Perpanjangan PPKM, Mal dan Tempat Ibadah Boleh Buka dengan Kapasitas 50%

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menukil perkataan gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah yang mengatakan :

إِذَا لَمْ تَجِدْ لِلْعَمَلِ حَلَاوَةً فِي قَلْبِكَ وَانْشِرَاحًا، فَاتَّهِمُهُ، فَإِنَّ الرَّبَّ تَعَالَى شَكُورٌ.

“Jika engkau tidak mendapatkan kelezatan dan kebahagiaan pada amalan yang engkau kerjakan maka engkau harus curiga (dengan amalanmu tersebut), karena Rabb (Allah) Ta’ala itu adalah yang Maha Mensyukuri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!