Keutamaan Sholawat dan Dilarang Menyingkatnya dalam Penulisan

Rabu, 08 September 2021 - 19:15 WIB
Banyak keutamaan dalam shalawat, karenanya dalam penulisannya pun tidak boleh disingkat. Foto ilustrasi/ist
Keutamaan shalawat dan faedahnya sangat banyak. Karenanya, mengucapkan shalawat untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan perkara yang disyariatkan agama. Selain itu, umat Islam pun dilarang menyingkatnya dalam penulisan.

Misalnya, kita tulis Muhammad SAW dengan maksud singkatan dari shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ini tidak boleh,ataua dilarang. Karena banyak faedah yang tertuang dalam shalawat yang dibaca dan diucapkan. Menyingkatnya berarti kehilangan keberkahan shalawat.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah menjelaskan, shalawat memiliki keutamaan-keutamaan dan faedah yang banyak. Di antaranya, menjalankan perintah Allah, menyepakati Allah Subhanallahu wa ta’ala dan para malaikat-Nya yang juga bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca juga: 10 Ciri Pengamal Sholawat, di Antaranya Wajahnya Berseri-seri dan Tawadhu



Allah Ta'ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Faedah lainnya adalah melipat gandakan pahala orang yang bershalawat tersebut. Karena adanya harapan doanya terkabul, dan bershalawat merupakan sebab diperolehnya berkah dan langgengnya kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Menurut Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, sebagaimana bershalawat menjadi sebab seorang hamba beroleh hidayah dan hidup hatinya. Semakin banyak pula seseorang bershalawat kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengingat beliau, akan semakin kental pula kecintaan kepada beliau di dalam hati. Sehingga tidak tersisa di hatinya penentangan terhadap sesuatu pun dari perintahnya dan tidak pula keraguan terhadap apa yang beliau sampaikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!