10 Ciri Pengamal Sholawat, di Antaranya Wajahnya Berseri-seri dan Tawadhu

loading...
10 Ciri Pengamal Sholawat, di Antaranya Wajahnya Berseri-seri dan Tawadhu
Al-Habib Ali Al-Jufri (kiri) dan Habib Umar Bin Hafizh, dua sosok ulama yang masyhur karena melazimkan sholawat dalam setiap majelisnya. Foto/Ist
Ciri-ciri pengamal sholawat salah satunya tampak dari wajah mereka yang berseri-seri setiap kali bertemu orang lain. Sholawat menjadi sebab turunnya rahmat Allah dan mendatangkan keberkahan bagi para pengamalnya.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa orang yang paling dekat dengan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah mereka yang paling banyak bersholawat.

إِنَّ أَقْرَبَكُمْ يَوْمُ مَنْ أَكْثُرُكُمْ صَلَوةً عَلَيَّ

"Sesungguhnya kalian yang paling dekat kedudukannya denganku adalah orang yang paling banyak bershalawat padaku." (HR Al-Baihaqi)

Baca Juga: Orang Paling Dekat dengan Rasulullah pada Hari Kiamat

Dalam riwayat lain dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Orang yang paling utama bersamaku pada Hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku." (HR at-Turmudzi)

Hadis di atas menunjukkan salah satu keutamaan bersholawat atas Nabi. Sebenarnya masih banyak hadis lain yang menerangkan dahsyatnya fadhillah bersholawat.

Orang-orang yang suka bersholawat dapat dikenali melalui ciri-ciri berikut. Para ulama dan ahli makrifat menyebutkan setidaknya 10 ciri pengamal sholawat.

Adapun ciri-ciri yang tampak pada pencinta dan pengamal sholawat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم di antaranya:

1. Terpancar cahaya mahabbah kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dari wajah mereka. Orang yang berakal dan berhati bening bisa melihat cahaya tersebut.
2. Selalu tersenyum dan wajahnya berseri-seri setiap kali bertemu orang lain.
3. Berbalas kasih kepada sesama dan selalu berharap kebaikan untuk ummat Islam.
4. Selalu menjaga kesucian diri baik dari zahir maupun batin.
5. Dicintai dan dikasihi orang-orang mukmin, dan hanya orang munafik yang membencinya.
6. Selalu sabar atas cacian dan hinaan orang lain.
7. Menjadikan sikap tawadhu sebagai mahkota yang selalu dikenakan di atas kepalanya.
8. Badannya senantiasa harum karena suka berharum-haruman, dan setelah matipun masih tetap harum karena berkah dari sholawat yang selalu dibacanya semasa hidup.
9. Berkepribadian lembut ceria dan penuh ketenangan.
10. Selalu bersikap khusyu' dan banyak menangis karena kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Baca Juga: Keutamaan Sholawat yang Jarang Diketahui Umat Islam

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَيۡهِ اِحۡسَانًا‌ ؕ حَمَلَـتۡهُ اُمُّهٗ كُرۡهًا وَّوَضَعَتۡهُ كُرۡهًا‌ ؕ وَحَمۡلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوۡنَ شَهۡرًا‌ ؕ حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرۡبَعِيۡنَ سَنَةً  ۙ قَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًا تَرۡضٰٮهُ وَاَصۡلِحۡ لِىۡ فِىۡ ذُرِّيَّتِىۡ ؕۚ اِنِّىۡ تُبۡتُ اِلَيۡكَ وَاِنِّىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.

(QS. Al-Ahqaf Ayat 15)
cover bottom ayah
preload video