Ilmu Keislaman di Masa Kenabian

Jum'at, 08 Oktober 2021 - 15:21 WIB
Asal tahu saja, Nabi Muhammad dan para shahabat bahkan tidak pernah butuh dengan kamus bahasa Arab. Buat apa juga sih? Yang butuh kamus itu kan kita.

Kebutuhan untuk menteorikan ilmu itu baru terjadi kemudian, salah satunya ketika Islam mulai dikenalkan kepada bangsa 'ajam (baca: non-arab) macam kita-kita ini. Kita butuh ilmu Nahwu, biar tidak keliru dari sisi bahasa. Kita butuh ilmu tajwid, biar tidak keliru baca Quran.

Dan kita butuh ilmu tafsir, biar tidak keliru waktu memahami Al-Qur'an. Dan yang paling penting, kita ilmu fiqih agar tidak rancu dan memberi status hukum pada berbagai persoalan syariah.

Catatan

Semua cabang ilmu keislaman itu pastinya berasal dari Al-Qur'an dan Sunnah. Ketika kita katakan mari kita kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah, maksudnya kita wajib belajar ilmu-ilmu keislaman.

Baca Juga: Bolehkah Pindah Mazhab? Begini Jawaban Ustaz Ahmad Sarwat
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!