Syadad bin ‘Ad, 300 Tahun Membangun Surga di Dunia
Rabu, 22 April 2020 - 07:44 WIB
Suatu hari, Sayyidina Ali RA pernah ditanya, “Ceritakanlah kepada kami tentang sifat dunia!” Maka Sayyidina Ali menjawab, “Apa yang mesti aku katakan pada kalian? Dunia adalah sebuah negeri yang awalnya penuh dengan kesusahpayahan dan akhirnya adalah kebinasaan. Barang yang halalnya akan diminta pertanggungjawaban dan yang haramnya akan mendapatkan hukuman. Orang yang tidak membutuhkan dunia akan mendapatkan fitnah, dan orang yang membutuhkannya akan sedih.”
Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya dunia di sisi Allah ada nilainya walau hanya seukuran sayap nyamuk, tentu orang kafir tidak akan pernah diberi-Nya seteguk air.”
Membangun Surga
Al-Kisa’i mengatakan bahwa Syadad bin ‘Ad dahulunya adalah orang yang sangat tertarik membaca kitab-kitab terdahulu yang telah diturunkan kepada para nabi. Setiap kali dia mendengar tentang sifat-sifat surga, dirinya merasa senang. Dalam hatinya terbersit untuk mendapatkan surga semacam itu di dunia.
Lalu, Syadad bin ‘Ad memerintahkan salah seorang menterinya untuk mengumpulkan orang-orang pintar dan para arsitek. Dia menyuruh mereka mencarikan tanah yang luas, udaranya baik, dan banyak sungai serta pepohonannya. Dia ingin mereka membangunkan surga yang besar untuknya.
Berangkatlah sang menteri beserta pasukannya yang pintar-pintar. Mereka berangkat menyusuri pelosok bumi. Tatkala mereka sampai ke daerah Aden yang ada di pinggiran Yaman, di sana mereka menemukan tanah yang cocok dengan kriteria yang diinginkan Syadad bin ‘Ad.
Setelah itu, Syadad bin ‘Ad mengutus tukang bangunan dan para arsitek ke sana. Mereka berkumpul di tanah itu; lalu mereka mengatur-atur dan membatasinya menjadi pola empat sisi.
Lingkaran tanah itu berukuran empat farsakh. Setiap sisinya berukuran sepuluh farsakh. Ketika para pekerja itu telah menggali fondasi kota tersebut, di sana mereka telah mendirikan pagar dari batu pualam yang diberi lukisan berbintik-bintik, sisi-sisinya telah setengahnya mereka kerjakan. Hal tersebut mereka laporkan kepada Syadad bin ‘Ad.
Mendengar laporan tersebut, Syadad bin ‘Ad berkata kepada para menterinya, “Tidakkah kalian tahu bahwa aku telah menguasai dunia seluruhnya?” Para menteri menjawab, “Tahu paduka.” Dia berkata, Aku ingin kalian membuat semua bangunan ini dengan emas, perak, permata, mutiara, yakut, minyak kesturi, kafur, zafaron, dan perhiasan-perhiasan indah lainnya.”
Maka, atas perintah itu mereka mengumpulkan barang-barang tersebut dari tiap penduduk. Mereka pergi ke seantero dunia dan membawa semua yang telah dititahkan. Orang-orang mengerjakan semua itu dengan tabah. Semua pelosok mereka susuri untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh sang raja.
Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya dunia di sisi Allah ada nilainya walau hanya seukuran sayap nyamuk, tentu orang kafir tidak akan pernah diberi-Nya seteguk air.”
Membangun Surga
Al-Kisa’i mengatakan bahwa Syadad bin ‘Ad dahulunya adalah orang yang sangat tertarik membaca kitab-kitab terdahulu yang telah diturunkan kepada para nabi. Setiap kali dia mendengar tentang sifat-sifat surga, dirinya merasa senang. Dalam hatinya terbersit untuk mendapatkan surga semacam itu di dunia.
Lalu, Syadad bin ‘Ad memerintahkan salah seorang menterinya untuk mengumpulkan orang-orang pintar dan para arsitek. Dia menyuruh mereka mencarikan tanah yang luas, udaranya baik, dan banyak sungai serta pepohonannya. Dia ingin mereka membangunkan surga yang besar untuknya.
Berangkatlah sang menteri beserta pasukannya yang pintar-pintar. Mereka berangkat menyusuri pelosok bumi. Tatkala mereka sampai ke daerah Aden yang ada di pinggiran Yaman, di sana mereka menemukan tanah yang cocok dengan kriteria yang diinginkan Syadad bin ‘Ad.
Setelah itu, Syadad bin ‘Ad mengutus tukang bangunan dan para arsitek ke sana. Mereka berkumpul di tanah itu; lalu mereka mengatur-atur dan membatasinya menjadi pola empat sisi.
Lingkaran tanah itu berukuran empat farsakh. Setiap sisinya berukuran sepuluh farsakh. Ketika para pekerja itu telah menggali fondasi kota tersebut, di sana mereka telah mendirikan pagar dari batu pualam yang diberi lukisan berbintik-bintik, sisi-sisinya telah setengahnya mereka kerjakan. Hal tersebut mereka laporkan kepada Syadad bin ‘Ad.
Mendengar laporan tersebut, Syadad bin ‘Ad berkata kepada para menterinya, “Tidakkah kalian tahu bahwa aku telah menguasai dunia seluruhnya?” Para menteri menjawab, “Tahu paduka.” Dia berkata, Aku ingin kalian membuat semua bangunan ini dengan emas, perak, permata, mutiara, yakut, minyak kesturi, kafur, zafaron, dan perhiasan-perhiasan indah lainnya.”
Maka, atas perintah itu mereka mengumpulkan barang-barang tersebut dari tiap penduduk. Mereka pergi ke seantero dunia dan membawa semua yang telah dititahkan. Orang-orang mengerjakan semua itu dengan tabah. Semua pelosok mereka susuri untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh sang raja.
Lihat Juga :