Khaizuran, Perempuan Pelopor Peringatan Maulid Nabi dalam Pusaran Politik Berdarah
Rabu, 13 Oktober 2021 - 16:41 WIB
Catatan Kelam
Hanya saja, Khaizuran juga punya catatan kelam dalam dunia politik. Tabari dalam The History of al-Tabari menyebutkan Khairuzan adalah budak wanita yang sangat disayangi oleh Khalifah Al-Mahdi. Ketika masa pemerintahan Al-Mahdi, Khairuzan banyak mencampuri urusan pemerintahan. Dia bahkan ikut memberikan perintah dan larangan tentang situasi yang terjadi selama masa pemerintahan Al-Mahdi.
Tak ayal dia memiliki pengaruh yang besar, dan mengetahui sistem pemerintahan sedemikian rupa. Ketika Al-Mahdi wafat, dan diganti putranya, Al-Hadi, Khiruzan tidak menghentikan kebiasaannya. Dia masih aktif mengatur pemerintahan, bahkan mengundang para amir dari berbagai daerah, dan memberi perintah pada para pejabat tinggi, bahkan kepada khalifah. Inilah yang membuat Al-Hadi, demikian marah.
Imam As-Suyuthi, Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah, (Qisthi Press, 2017) menyebut hubungan Khiruzan dengan Al-Hadi sangat buruk.
Al-Hadi sempat menegur ibunya dengan sangat keras. “Kalau kulihat ada Amir yang keluar dari pintu rumah ibu, akan ku penggal kepalanya! Tidak punyakah ibu alat pemintal untuk menyibukkan diri atau Kitabullah yang bisa memberi ibu pengetahuan? Atau tidak kah ibu disibukkan dengan tasbih-tasbih?”
Mendengar kata-kata sekasar ini dari putranya, Khaizuran sampai berdiri karena tidak bisa menahan amarah. Belum puas menyakiti ibunya dengan perkataan yang kasar, Al-Hadi juga mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada ibunya.
Khaizuran yang curiga atas perilaku anaknya, tidak memakan makanan tersebut, tapi segera memberikannya pada anjing. Dan anjing itu pun mati. Setelah menyaksikan sendiri tindakan putranya yang melampaui batas ini, Khaizuran mulai berencana untuk membunuh Al-Hadi.
Selain ingin membunuh ibunya, Al-Hadi juga bermaksud membunuh Harun Al-Rasyid. Dia bahkan mengirimkan utusan khusus untuk memburu Harun dan membunuhnya.
Mendengar ini, Khaizuran tidak bisa menahan lagi amarahnya. Suatu ketika dia mendengar bahwa Al-Hadi sakit tidak berdaya. Khairuzan melihat inilah saatnya. Dia memerintahkan kepada beberapa budak perempuannya untuk secara persuasif mendekati Al-Hadi. Dan ketika saatnya tepat, budak itu pun membekap leher Al-Hadi dengan selendangnya. Al-Hadi yang sedang sakit tak mampu berkutik. Dia akhirnya mati di tangan budak perempuan tersebut.
Baca juga: UEA Temukan Koin Langka Islam Kuno Umur Ratusan Tahun dari Dinasti Abbasiyah
Hanya saja, Khaizuran juga punya catatan kelam dalam dunia politik. Tabari dalam The History of al-Tabari menyebutkan Khairuzan adalah budak wanita yang sangat disayangi oleh Khalifah Al-Mahdi. Ketika masa pemerintahan Al-Mahdi, Khairuzan banyak mencampuri urusan pemerintahan. Dia bahkan ikut memberikan perintah dan larangan tentang situasi yang terjadi selama masa pemerintahan Al-Mahdi.
Tak ayal dia memiliki pengaruh yang besar, dan mengetahui sistem pemerintahan sedemikian rupa. Ketika Al-Mahdi wafat, dan diganti putranya, Al-Hadi, Khiruzan tidak menghentikan kebiasaannya. Dia masih aktif mengatur pemerintahan, bahkan mengundang para amir dari berbagai daerah, dan memberi perintah pada para pejabat tinggi, bahkan kepada khalifah. Inilah yang membuat Al-Hadi, demikian marah.
Imam As-Suyuthi, Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah, (Qisthi Press, 2017) menyebut hubungan Khiruzan dengan Al-Hadi sangat buruk.
Al-Hadi sempat menegur ibunya dengan sangat keras. “Kalau kulihat ada Amir yang keluar dari pintu rumah ibu, akan ku penggal kepalanya! Tidak punyakah ibu alat pemintal untuk menyibukkan diri atau Kitabullah yang bisa memberi ibu pengetahuan? Atau tidak kah ibu disibukkan dengan tasbih-tasbih?”
Mendengar kata-kata sekasar ini dari putranya, Khaizuran sampai berdiri karena tidak bisa menahan amarah. Belum puas menyakiti ibunya dengan perkataan yang kasar, Al-Hadi juga mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada ibunya.
Khaizuran yang curiga atas perilaku anaknya, tidak memakan makanan tersebut, tapi segera memberikannya pada anjing. Dan anjing itu pun mati. Setelah menyaksikan sendiri tindakan putranya yang melampaui batas ini, Khaizuran mulai berencana untuk membunuh Al-Hadi.
Selain ingin membunuh ibunya, Al-Hadi juga bermaksud membunuh Harun Al-Rasyid. Dia bahkan mengirimkan utusan khusus untuk memburu Harun dan membunuhnya.
Mendengar ini, Khaizuran tidak bisa menahan lagi amarahnya. Suatu ketika dia mendengar bahwa Al-Hadi sakit tidak berdaya. Khairuzan melihat inilah saatnya. Dia memerintahkan kepada beberapa budak perempuannya untuk secara persuasif mendekati Al-Hadi. Dan ketika saatnya tepat, budak itu pun membekap leher Al-Hadi dengan selendangnya. Al-Hadi yang sedang sakit tak mampu berkutik. Dia akhirnya mati di tangan budak perempuan tersebut.
Baca juga: UEA Temukan Koin Langka Islam Kuno Umur Ratusan Tahun dari Dinasti Abbasiyah
Lihat Juga :