Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Kamis, 04 Juni 2020 - 07:30 WIB
Menurut Tajuddin Al-Subki, kisah di atas menjelaskan bahwa Abu Bakar memiliki dua karamah. Pertama, mengetahui hari kematiannya ketika sakit, seperti diungkapkan dalam perkataannya, "Pada hari ini, itu adalah harta warisan." Kedua, mengetahui bahwa anaknya yang akan lahir adalah perempuan. Abu Bakar mengungkapkan rahasia tersebut untuk meminta kebaikan hari Sayyidah Aisyah agar memberikan apa yang telah diwariskan kepadanya kepada saudara-saudaranya. Kemudian, memberitahukan kepadanya tentang ketentuan-ketentuan ukuran yang tepat. Memberitahukan bahwa harta tersebut adalah harta warisan dan bahwa ia memiliki dua saudara perempuan dan dua saudara laki-laki.

Indikasi yang menunjukkan bahwa Abu Bakar meminta kebaikan hati Aisyah adalah ucapannya yang menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang ia cintai ketika ia kaya selain Aisyah (putrinya). Adapun ucapannya yang menyatakan bahwa warisan itu untuk dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuanmu menunjukkan bahwa mereka bukan orang asing atau kerabat jauh.

Karamah lainnya, Imam Fakhrurrazi dalam tafsir Ar-Razi dan tafsir An-Naisaburi menceritakan karamah Abu Bakar saat pemakaman beliau. Ketika jenazahnya dipikul menuju pintu makam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu jasad mulia Abu Bakar mengucapkan salam, "Assalamu 'alaika ya Rasulallah ", ini adalah jenazah Abu Bakar , telah ada di depan pintu. Tiba-tiba pintu makam Nabi terbuka dengan sendirinya dan terdengar 'hatif' (panggilan tanpa rupa) dari arah makam, "Masuklah sang kekasih menuju sang kekasih.".

Demikianlah karomah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq yang dilansir dari berbagai sumber. Al-Syibli mengutip pendapat Syeikh Abu Hasan yang mengemukakan bahwa karomah berfaedah untuk memperkuat keyakinan kepada ilmu, kekuasaan, kehendak dan sifat-sifat azali Allah yang menyatu seakan-akan satu sifat yang menyatu dalam Zat Yang Maha Esa. Tidaklah sama antara orang yang mengenal Allah Ta'ala melalui mata hatinya dengan orang yang mengenal Allah Ta'ala melalui akalnya.(Baca Juga: Biografi Abu Bakar, Sahabat Paling Terdepan Membela Rasulullah SAW)

Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!