6 Sifat Wanita yang Jangan Dipersunting Menjadi Istri Menurut Imam Al Ghazali
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:33 WIB
Imam Al-Ghazali mengingatkan dalam nasehatnya bahwa ada sifat-sifat perempuan yang harus diwaspadai agar tidak dipilih untuk dipersunting menjadi seorang istri bagi laki-laki yang beriman. Foto ilustrasi/ist
Imam Al-Ghazali mengingatkan dalam nasehatnya bahwa ada sifat-sifat wanita yang harus diwaspadai agar tidak dipilih untuk dipersunting menjadi seorang istri bagi laki-laki yang beriman. Sifat-sifat apakah itu?
Dalam kitab "Ihya 'Ulumuddin', Imam Al-Ghazali menyebutkan : " Janganlah menikahi enam wanita seperti ini, yakni: annaanah, mannaanah, hannanah, haddaqah, barroqoh, dan syaddaqah."
Baca juga: Karena Nusyuz, Banyak Wanita Menjadi Penghuni Neraka
Isyarat yang disampaikan Imam Al-Ghazali ini, tentu menjadi tolok ukur bagi seorang lelaki yang akan menikah agar memperhatikan calon istri yang akan dipinangnya nanti. Lantas, mengapa enam perempuan seperti itu tidak dianjurkan untuk dipilih? Apa alasannya ? Berikut penjelasan Imam Al-Ghazali :
1. Al-Annaanah
Dia adalah perempuan yang acap kali mengeluh dan mengadu. Dia seperti membalut kepalanya dengan perban setiap waktu. Jika perempuan ini dinikahi sama saja menikahi orang sakit atau orang yang pura-pura sakit, tidak ada kebaikan bagi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama, kerabat maupun sahabat. Menikahi perempuan tipe ini membuat suami sulit mencapai ketenangan dalam keluarga.
2. Al-Mannaanah
Perempuan tipe ini suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya yang telah berlalu seperti sudah melakukan ini dan itu, baik ketika terjadi problematika rumah tangga ataupun tidak. Menikahi wanita tipe ini membuat seorang laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Terlebih jika secara ekonomi istri berkarir dan memiliki penghasilan lebih besar daripada suami.
3. Al-Hannanah
Ia adalah perempuan yang suka menceritakan dan membanggakan orang pada masa lalu. Misalnya membangga-banggakan mantan suaminya jika dia janda. Membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya, jika dia perawan. Bahkan mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami tanpa menjaga perasaan suami.
Baca juga: Hukum Suami Istri Berhubungan Saat Nifas, Adakah Dalil dan Sanksinya?
4. Al-Haddaqah
Perempuan yang memandang tajam segala sesuatu dengan biji matanya. Ia tertarik sehingga membebani suaminya dalam belanja. (Pendek kata, ia boros dan konsumtif. Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami)
Dalam kitab "Ihya 'Ulumuddin', Imam Al-Ghazali menyebutkan : " Janganlah menikahi enam wanita seperti ini, yakni: annaanah, mannaanah, hannanah, haddaqah, barroqoh, dan syaddaqah."
Baca juga: Karena Nusyuz, Banyak Wanita Menjadi Penghuni Neraka
Isyarat yang disampaikan Imam Al-Ghazali ini, tentu menjadi tolok ukur bagi seorang lelaki yang akan menikah agar memperhatikan calon istri yang akan dipinangnya nanti. Lantas, mengapa enam perempuan seperti itu tidak dianjurkan untuk dipilih? Apa alasannya ? Berikut penjelasan Imam Al-Ghazali :
1. Al-Annaanah
Dia adalah perempuan yang acap kali mengeluh dan mengadu. Dia seperti membalut kepalanya dengan perban setiap waktu. Jika perempuan ini dinikahi sama saja menikahi orang sakit atau orang yang pura-pura sakit, tidak ada kebaikan bagi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama, kerabat maupun sahabat. Menikahi perempuan tipe ini membuat suami sulit mencapai ketenangan dalam keluarga.
2. Al-Mannaanah
Perempuan tipe ini suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya yang telah berlalu seperti sudah melakukan ini dan itu, baik ketika terjadi problematika rumah tangga ataupun tidak. Menikahi wanita tipe ini membuat seorang laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Terlebih jika secara ekonomi istri berkarir dan memiliki penghasilan lebih besar daripada suami.
3. Al-Hannanah
Ia adalah perempuan yang suka menceritakan dan membanggakan orang pada masa lalu. Misalnya membangga-banggakan mantan suaminya jika dia janda. Membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya, jika dia perawan. Bahkan mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami tanpa menjaga perasaan suami.
Baca juga: Hukum Suami Istri Berhubungan Saat Nifas, Adakah Dalil dan Sanksinya?
4. Al-Haddaqah
Perempuan yang memandang tajam segala sesuatu dengan biji matanya. Ia tertarik sehingga membebani suaminya dalam belanja. (Pendek kata, ia boros dan konsumtif. Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami)
Lihat Juga :