Isyarat Al-Qur'an Perihal Misteri Waktu dan Tempat Gua Ashabul Kahfi

Rabu, 03 November 2021 - 16:13 WIB
Gua itu berada di suatu bukit. Di sana ditemukan satu batu besar yang berlubang pada puncak selatan bukit itu. Pinggirnya di bagian timur dan barat terbuka sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam gua.

Pintu gua berhadapan dengan arah selatan. Di dalam gua terdapat batu sebagai peti mayat yang digunakan orang Nasrani dengan ciri masa Byzantium, jumlahnya delapan atau tujuh buah. Juga terdapat gambar berwarna merah dari seekor anjing serta beberapa gambar lainnya.

Di atas gua itu terdapat bekas-bekas rumah peribadatan ala Byzantium dan mata uang serta peninggalan-peninggalan yang menunjukkan bahwa tempat itu dibangun pada masa Justiunus (418 – 427 M) dan beberapa peninggalan lain.

Tempat peribadatan itu diubah dan dialihkan menjadi masjid dengan menara dan mihrab ketika kaum muslimin menguasai daerah itu.

Di lokasi depan pintu gua ada juga bekas-bekas bangunan masjid yang lain yang kelihatannya dibangun oleh kaum muslimin pada awal masa Islam, dan yang terus menerus dipelihara dan direnovasi dari saat ke saat. Masjid ini dibangun di atas puing-puing gereja Romawi, sebagaimana halnya masjid yang berada di atas gua.

Gua ini ditemukan pada tahun 1963. Peneliti dan pakar purbakala, Rafiq Wafa ad-Dajani, menulis hasil penelitiannya dalam sebuah buku yang ia namai “Iktisyaf Kahf Ashhab al-Kahf” yang terbit pada tahun 1964.

Rafiq dalam buku ini menguraikan jerih payah yang dideritanya dalam rangka penelitian itu, serta ciri-ciri gua tersebut dan peninggalan-peninggalan yang ditemukan di sana.

Semua itu mengantar kepada keyakinan bahwa gua itulah Gua Ashhab al-Kahf yang disebut dalam Al-Qur’an. Gua itulah yang sesuai dengan ciri-ciri yang disebut dalam Al-Qur’an, bukan yang terdapat di Epsus, atau Skandinavia atau tempat-tempat lain.

Baca juga: Keutamaan Menghafal 10 Ayat Surat Al Kahfi

Masa Tarajan

Penindasan yang dilakukan oleh penguasa zaman pemuda-pemuda itu diperkirakan terjadi pada masa Tarajan (98-117 M), dan penguasa yang memerintah pada saat pemuda-pemuda itu bangun dari tidurnya adalah Theodosius (408 – 450 M) yang disepakati oleh pakar-pakar sejarah, baik muslim maupun Kristen, sebagai raja yang bijaksana.

Quraish Shihab mengutip kesimpulan Thabathaba’i mengatakan kalau kita menjadikan pertengahan masa pemerintahan Theodosius sebagai akhir masa tidur Penghuni Gua itu, katakanlah tahun 421 M, dan ini dikurangi 309 tahun yaitu masa tertidur pemuda-pemuda itu, maka itu berarti mereka mulai tertidur sekitar tahun 112 M.

Ini adalah sekitar pertengahan masa pemerintahan Tarajan yang pada tahun yang sama menetapkan bahwa setiap orang Kristen yang menolak menyembah dewa-dewa, dinilai sebagai pengkhianat dan diancam dengan hukuman mati.

Tapi lagi-lagi, Quraish Shibab kembali menggarisbawahi bahwa tahun dan tempat serta nama-nama Penghuni Goa tidak sepenting mengetahui serta menarik pelajaran dari peristiwa ini. Betapa kuasa Allah menghidupkan yang telah mati. "Bukankah 'tidur' saudaranya 'mati'?" demikian Quraish Shihab.

Baca juga: Surat Al Kahfi Ayat 32-44: Kisah Pemilik Kebun yang Ingkar dan Sahabatnya yang Miskin
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!