Surat Yasin Ayat 5-6: Nabi Muhammad SAW Akhiri Masa Fatrah
Jum'at, 05 November 2021 - 15:42 WIB
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. ( QS Al-Baqarah [2]: 23 )
Baca juga: Kisah Turunnya Surat Yasin Ayat 8, Abu Jahal Gagal Celakai Rasulullah
Kedua, kata tanzil dimaknai dengan irsal, yakni diutusnya Nabi Muhammad SAW merujuk pada ayat ke-3 dalam surah ini. Di antara mufassir yang berpendapat demikian di antaranya adalah at-Thabari dan al-Qurthubi.
Sedangkan makna yang ketiga, adalah semua aspek dalam agama Islam itu sendiri. Merujuk pada kata shirath al-Mustaqim pada ayat 4, adapun mufassir yang berpendapat demikian adalah Ibnu Katsir dan al-Maraghi.
Menurut Ibnu Katsir , kata ini menunjukkan segala aspek dari agama Islam yang mana hal itu diturunkan oleh Allah kepada hambanya.
Ibnu Katsir menukil ayat Al-Qur'an untuk menguatkan gagasannya tersebut. Yakni QS Asy-Syura ayat 52-53 yang menerangkan tentang diutusnya Muhammad SAW untuk membimbing manusia kepada jalan yang lurus, yakni jalan yang telah disyariatkan oleh Allah.
Di akhir ayat ini, Allah menggunakan kata al-‘Aziz dan ar-Rahim. Beberapa muafssir memahami bahwa al-‘Aziz menunjukkan kekuasaan Allah yang menurunkan Al-Qur'an, dan mengutus Muhammad SAW, sedangkan ar-Rahim adalah sifat penyayang Allah kepada ciptaan-Nya, termasuk kepada mereka yang bertaubat dan meminta ampunan dari-Nya.
Masa Fatrah
Sedangkan pada ayat ke-6, Wahbah Zuhaili menerangkan bahwa tujuan diturunkannya Al-Quran dan diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk litunzira Qaumam ma unzira Abaauhum yakni memberi peringatan kepada bangsa Arab yang belum pernah ditemui (pemberi peringatan) sebelumnya kepada nenek moyang mereka (pada zaman fatrah).
Baca juga: 4 Penafsiran Surat Yasin Ayat 1, Salah Satunya Kata untuk Bersumpah
Masa fatrah adalah masa di mana tidak ada (kosong) kehadiran nabi, sehingga beberapa ulama seperti Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Ibrahim al-Baijuri berpendapat bahwa pada masa ini ahli fatrah jikapun mereka berpindah keyakinan atau melakukan kemusyrikan, maka mereka terbebas dari siksa api neraka.
Lihat Juga :