Meninggal Karena Kecelakaan Termasuk Mati Syahid, Benarkah?
Jum'at, 05 November 2021 - 21:26 WIB
1. Syahid di dunia dan mendapat pahala di akhirat. Mereka adalah orang yang meninggal ketika berperang melawan kaum kafir (yang berhak diperangi). Mereka yang syahid di sini tidak dimandikan dan tidak disholatkan.
2. Syahid dalam hal pahala. Artinya, pahalanya tidak seperti syahid jenis pertama. Contoh syahid jenis ini ialah meninggal karena melahirkan, wabah penyakit, tertimpa reruntuhan, karena tenggelam, mati karena membela hartanya dari rampasan. Mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di akhirat mendapatkan pahala syahid.
Siapakah yang Syahid di Dunia dan Akhirat?
Menurut ulama pendiri Majelis Rasulullah SAW, Al-Habib Munzir Bin Fuad Al-Musawa (1972-2013), orang yang mati syahid karena membela Allah atau membela agama Allah atau mati karena membela keluarganya, masyarakatnya dari serangan musuh yang bersenjata lalu ia melawan hingga ia wafat, maka wafatnya syahid di dunia dan akhirat. Di dunia tidak perlu disholatkan, tidak perlu dikafani, kenapa? karena sudah mati syahid. Di akhirat ia bersama para Syuhada.
Adapun Syahidul Akhirah adalah orang yang mati syahidnya dalam kelompok selain berperang di jalan Allah. Yaitu orang yang tenggelam, yang wafat terbakar, terkena reruntuhan. Mereka disholatkan dan diperlakukan seperti wafatnya seorang muslim, namun di Akhirat ia bersama para Syuhada. Tentunya kelompok yang bersama mereka adalah orang yang mencintai para Syuhada.
Keutamaan Mati Syahid
1. Diampuni (seluruh dosanya) pada saat awal terbunuhnya.
2. Diperlihatkan di dunia tempatnya di surga.
3. Selamat dari fitnah kubur.
4. Diselamatkan dari hari yang sangat mencekam (Hari Kiamat).
2. Syahid dalam hal pahala. Artinya, pahalanya tidak seperti syahid jenis pertama. Contoh syahid jenis ini ialah meninggal karena melahirkan, wabah penyakit, tertimpa reruntuhan, karena tenggelam, mati karena membela hartanya dari rampasan. Mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di akhirat mendapatkan pahala syahid.
Siapakah yang Syahid di Dunia dan Akhirat?
Menurut ulama pendiri Majelis Rasulullah SAW, Al-Habib Munzir Bin Fuad Al-Musawa (1972-2013), orang yang mati syahid karena membela Allah atau membela agama Allah atau mati karena membela keluarganya, masyarakatnya dari serangan musuh yang bersenjata lalu ia melawan hingga ia wafat, maka wafatnya syahid di dunia dan akhirat. Di dunia tidak perlu disholatkan, tidak perlu dikafani, kenapa? karena sudah mati syahid. Di akhirat ia bersama para Syuhada.
Adapun Syahidul Akhirah adalah orang yang mati syahidnya dalam kelompok selain berperang di jalan Allah. Yaitu orang yang tenggelam, yang wafat terbakar, terkena reruntuhan. Mereka disholatkan dan diperlakukan seperti wafatnya seorang muslim, namun di Akhirat ia bersama para Syuhada. Tentunya kelompok yang bersama mereka adalah orang yang mencintai para Syuhada.
Keutamaan Mati Syahid
1. Diampuni (seluruh dosanya) pada saat awal terbunuhnya.
2. Diperlihatkan di dunia tempatnya di surga.
3. Selamat dari fitnah kubur.
4. Diselamatkan dari hari yang sangat mencekam (Hari Kiamat).
Lihat Juga :