Sore Ini Gerhana Bulan Terlama, Berikut Tata Cara dan Bacaan Niatnya
Jum'at, 19 November 2021 - 11:33 WIB
3. Rukuk pertama membaca tasbih kemudian iktidal pertama. Pada i'tidal pertama membaca Surat Al-Fatihah diikuti dengan bacaan Surat Al-Qur'an.
4. Kemudian rukuk kedua dengan membaca tasbih. Dilanjutkan iktidal kedua dengan membaca doa iktidal.
5. Sujud dengan membaca tasbih, duduk di antara dua sujud, sujud kedua dengan membaca tasbih.
6. Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama. Kemudian diakhiri dengan tahiyat dan salam.
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah. Maka beliau berdiri melaksanakan shalat bersama orang banyak. Beliau memanjangkan bacaan, lalu rukuk dengan memanjangkan rukuk. Kemudian mengangkat kepalanya, lalu membaca lagi dengan memanjangkan bacaannya namun tidak sebagaimana panjang bacaan yang pertama. Kemudian beliau rukuk lagi dengan memanjangkan rukuk, namun tidak sepanjang rukuk yang pertama, lalu mengangkat kepalanya kemudian sujud dua kali.
Beliau kemudian berdiri kembali dan mengerjakan seperti pada rakaat pertama. Setelah itu beliau bangkit dan bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, yang Dia perlihatkan kepada hamba-hambaNya. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka segeralah mendirikan shalat." (HR Al-Bukhari)
Baca Juga: Peristiwa Gerhana di Masa Rasulullah SAW
4. Kemudian rukuk kedua dengan membaca tasbih. Dilanjutkan iktidal kedua dengan membaca doa iktidal.
5. Sujud dengan membaca tasbih, duduk di antara dua sujud, sujud kedua dengan membaca tasbih.
6. Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama. Kemudian diakhiri dengan tahiyat dan salam.
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah. Maka beliau berdiri melaksanakan shalat bersama orang banyak. Beliau memanjangkan bacaan, lalu rukuk dengan memanjangkan rukuk. Kemudian mengangkat kepalanya, lalu membaca lagi dengan memanjangkan bacaannya namun tidak sebagaimana panjang bacaan yang pertama. Kemudian beliau rukuk lagi dengan memanjangkan rukuk, namun tidak sepanjang rukuk yang pertama, lalu mengangkat kepalanya kemudian sujud dua kali.
Beliau kemudian berdiri kembali dan mengerjakan seperti pada rakaat pertama. Setelah itu beliau bangkit dan bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, yang Dia perlihatkan kepada hamba-hambaNya. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka segeralah mendirikan shalat." (HR Al-Bukhari)
Baca Juga: Peristiwa Gerhana di Masa Rasulullah SAW
(rhs)
Lihat Juga :