Kisah Al-Musta'shim Billah, Khalifah yang Syahid Diinjak-injak Kuda Pasukan Mongol

Senin, 22 November 2021 - 05:15 WIB
Patut dicatat, Al-Mustasim menyerahkan Baghdad ke Hulagu Khan pada 10 Februari 1258 M. Tiga hari kemudian, pasukan Mongol memasuki Baghdad.

Mereka melakukan pemerkosaan, penjarahan, dan pembunuhan sepuas-puasnya untuk merayakan kemenangan mereka. Maka tak pelak, Baghdad berubah menjadi arena pembantaian paling brutal.

Selama berhari-hari, baik pria, wanita, maupun anak-anak, masyarakat sipil ataupun tentara dikejar dan dibunuh oleh pasukan Hulagu. Jumlah korban tewas dalam peristiwa ini tidak terhitung dengan pasti.

Para ahli menyebut jumlah 1 juta. Tapi dalam suratnya yang ditujukan kepada Raja Perancis, Louis IX, Hulagu mengklaim membunuh 200.000 orang Baghdad dalam invasi ini.

Di level para ningrat, sekitar 3.000 tokoh terkemuka Baghdad – termasuk pejabat, anggota keluarga Abbasiyah, dan khalifah sendiri – memohon grasi. Tapi semua 3.000 orang tersebut dihukum mati, kecuali khalifah, yang ditahan untuk waktu yang tidak terlalu lama.

Khalifah dibiarkan hidup sementara, sambil menyaksikan kebrutalan ini. Melihat orang-orang nomaden itu menjarah dan membakar khasanah peradaban dinasti Abbasiyah, serta menikmati detik-detik kehancuran kekhalifahan yang sudah disusun oleh nenek moyangnya selama lebih dari 500 tahun.

Sejarawan Islam, Abdullah Wassaf memperkirakan pembantaian warga kota Baghdad sampai beberapa ratus ribu orang.

Ian Frazier dari majalah The New York Worker memberi perkiraan sekitar 200 ribu sampai dengan 1 juta orang. Setelah kehancuran ini, kota Baghdad tidak pernah lagi menjadi pusat norma budaya istiadat dan ilmu-ilmu alam.

Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol

Khalifah yang Religius
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!