6 Tempat Favorit Jin Tinggal dan Berkumpul
Minggu, 28 November 2021 - 16:55 WIB
Keempat, pasar. "Jin juga suka tinggal di pasar, terutama pasar yang banyak praktik penipuan dan kecurangan," ujar Iding.
Sahabat Nabi, Salman al-Farisi , pernah berwasiat kepada para sahabat yang lain: “Kalau bisa, janganlah kalian menjadi orang yang pertama kali masuk ke pasar atau menjadi orang yang paling akhir keluar dari pasar, karena pasar itu merupakan tempat berseterunya para setan. Dan di pasarlah setan menancapkan benderanya.” (HR Muslim)
Baca juga: Mengenal 7 Nama Pasukan Iblis dan Tugas Mereka, Begini Cara Mematahkan Punggungnya
Kelima, tempat losong atau tak berpenghuni. Menurut Iding Sanus, yang dimaksud dengan tempat kosong, sepi dan tidak berpenghuni ini adalah seperti kuburan, lembah, padang pasir. Karena hakikatnya bangsa jin menyukai tempat-tempat yang sepi, mereka tidak menyukai keramaian.
Dalam sebuah hadits diceritakan: Dari Ibnu Mas'ud ra berkata: “Suatu hari kami (para sahabat) berkumpul bersama Rasulullah SAW tiba-tiba kami kehilangan beliau, lalu kami cari-cari di lembah-lembah dan kampung-kampung (akan tetapi kami tidak mendapatkannya). Kami lalu berkata: “Rasulullah telah diculik dan disandera”.
Pada malam itu, tidur kami betul-betul tidak menyenangkan. Ketika pagi hari tiba, tampak Rasulullah SAW sedang bergegas menuju kami dari arah sebuah gua yang berada di tengah padang pasir.
Kami lalu berkata: “Ya Rasulullah, malam tadi kami betul-betul kehilangan Anda, lalu kami cari-cari ke sana ke mari akan tetapi kami tidak menemukan Anda. Lalu kami tidur dengan sangat tidak menyenangkan”.
Rasulullah SAW kemudian bersabda: “Malam tadi aku didatangi oleh utusan dari kelompok jin, ia membawa saya pergi menemui kaumnya untuk mengajarkan al-Qur'an”.
Ibnu Mas'ud kemudian berkata kembali: “Lalu kami diajak oleh Rasulullah SAW untuk melihat bekas-bekas tempat dan perapian mereka (kelompok jin)”.
Para Jin itu kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai makanan mereka. Rasulullah SAW menjawab: “Makanan kalian itu (wahai golongan jin) adalah setiap tulang yang masih ada sisa-sisa dagingnya yang berada di tangan kalian dan ketika memakannya disebutkan nama Allah, serta semua kotoran binatang ternak kalian”.
Rasulullah SAW kemudian melanjutkan sabdanya: “Oleh karena itu, janganlah — kalian (para sahabat) beristinja (membersihkan najis seperti habis buang air kecil atau besar dengan menggunakan batu atau benda lainnya selain air) dengan keduanya (tulang dan kotoran binatang), karena keduanya itu adalah makanan saudara kalian (golongan jin).” (HR Muslim)
Sahabat Nabi, Salman al-Farisi , pernah berwasiat kepada para sahabat yang lain: “Kalau bisa, janganlah kalian menjadi orang yang pertama kali masuk ke pasar atau menjadi orang yang paling akhir keluar dari pasar, karena pasar itu merupakan tempat berseterunya para setan. Dan di pasarlah setan menancapkan benderanya.” (HR Muslim)
Baca juga: Mengenal 7 Nama Pasukan Iblis dan Tugas Mereka, Begini Cara Mematahkan Punggungnya
Kelima, tempat losong atau tak berpenghuni. Menurut Iding Sanus, yang dimaksud dengan tempat kosong, sepi dan tidak berpenghuni ini adalah seperti kuburan, lembah, padang pasir. Karena hakikatnya bangsa jin menyukai tempat-tempat yang sepi, mereka tidak menyukai keramaian.
Dalam sebuah hadits diceritakan: Dari Ibnu Mas'ud ra berkata: “Suatu hari kami (para sahabat) berkumpul bersama Rasulullah SAW tiba-tiba kami kehilangan beliau, lalu kami cari-cari di lembah-lembah dan kampung-kampung (akan tetapi kami tidak mendapatkannya). Kami lalu berkata: “Rasulullah telah diculik dan disandera”.
Pada malam itu, tidur kami betul-betul tidak menyenangkan. Ketika pagi hari tiba, tampak Rasulullah SAW sedang bergegas menuju kami dari arah sebuah gua yang berada di tengah padang pasir.
Kami lalu berkata: “Ya Rasulullah, malam tadi kami betul-betul kehilangan Anda, lalu kami cari-cari ke sana ke mari akan tetapi kami tidak menemukan Anda. Lalu kami tidur dengan sangat tidak menyenangkan”.
Rasulullah SAW kemudian bersabda: “Malam tadi aku didatangi oleh utusan dari kelompok jin, ia membawa saya pergi menemui kaumnya untuk mengajarkan al-Qur'an”.
Ibnu Mas'ud kemudian berkata kembali: “Lalu kami diajak oleh Rasulullah SAW untuk melihat bekas-bekas tempat dan perapian mereka (kelompok jin)”.
Para Jin itu kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai makanan mereka. Rasulullah SAW menjawab: “Makanan kalian itu (wahai golongan jin) adalah setiap tulang yang masih ada sisa-sisa dagingnya yang berada di tangan kalian dan ketika memakannya disebutkan nama Allah, serta semua kotoran binatang ternak kalian”.
Rasulullah SAW kemudian melanjutkan sabdanya: “Oleh karena itu, janganlah — kalian (para sahabat) beristinja (membersihkan najis seperti habis buang air kecil atau besar dengan menggunakan batu atau benda lainnya selain air) dengan keduanya (tulang dan kotoran binatang), karena keduanya itu adalah makanan saudara kalian (golongan jin).” (HR Muslim)
Lihat Juga :