Kisah Pembangunan Armada Laut di Era Khalifah Ustman bin Affan
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 09:24 WIB
loading...
Ide ini sebelumnya ditolak Khalifah Umar bin Khattab sehingga Iskandariah sempat ditaklukkan Romawi. Ilustrasi: AI
A
A
A
Ide Mu'awiyah bin Abu Sofyan untuk membangun armada laut mendapat respons positif Khalifah Utsman bin Affan , setelah Islam menguasai Afrika. Ide ini sebelumnya ditolak Khalifah Umar bin Khattab sehingga Iskandariah sempat ditaklukkan Romawi .
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan sesudah Utsman naik menggantikan Umar bin Khattab dan Romawi menyerang Mesir dari laut, di samping itu pantai-pantai imperium itu sudah membentang sampai ke seluruh Afrika bagian utara, Mu'awiyah mengulangi lagi permintaannya kepada Utsman untuk menyerang Siprus dari laut.
Dengan dibebaskannya Afrika yang mencakup semua negeri di pantai Laut Tengah, dari Antakiah di utara Syam , dan di ujung timur Laut itu sampai ke ujung barat di Afrika bagian utara, Kedaulatan Islam sudah makin luas.
Baca juga: Kisah Kegagalan Romawi Menguasai Mesir Kembali di Era Khalifah Utsman bin Affan
Mu'awiyah di Syam yakin bahwa pantai-pantai yang terbentang ribuan mil itu tak mungkin aman dari serbuan mendadak pihak musuh dari arah laut, kecuali jika Arab mempunyai armada laut yang dapat menghadapi armada laut Romawi, kalau mereka berusaha hendak kembali ke bagian mana pun di daerah itu.
"Itulah pokok pendapatnya sejak ia memerintah Syam dan mengetahui Romawi akan menyerang Antakiah dari arah laut," tulis Haekal.
Itu sebabnya dulu ia menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab menerangkan tentang pulau Siprus yang begitu dekat ke Hims.
Katanya, bahwa anjing yang menggonggong dan ayam yang berkokok di sana, akan terdengar dari desa di Hims. Tetapi Khalifah Umar tidak mengizinkan.
Sesudah Utsman naik dan Romawi menyerang Mesir dari laut, di samping itu pantai-pantai imperium itu sudah membentang sampai ke seluruh Afrika bagian utara, Mu'awiyah mengulangi lagi permintaannya kepada Usman untuk menyerang Siprus dari laut.
Tetapi Utsman juga masih khawatir. Kalau dia mengizinkan berarti ia sudah menyalahi kebijakan Umar dan merusak janjinya waktu dibaiat, dan dengan pelanggaran itu ia akan dikecam orang.
Baca juga: Khatmul-Qur’an Dilakukan di Era Khalifah Usman bin Affan
Akan tetapi ia melihat permintaan Mu'awiyah itu suatu pikiran yang baik dan mempunyai pandangan jauh, yang bila ditolak, dari segi politik tentu salah. Karenanya ia menulis kepada Mu'awiyah: "Saya sudah melihat penolakan Umar ketika Anda meminta pendapatnya untuk menyerang dari laut."
Mu'awiyah masih juga mengulangi pendapatnya itu. Sekali ini permintaannya dipenuhi, tetapi ia berkata: "Biar orang memilih sendiri dan janganlah memaksa mereka yang terbaik di antara mereka. Barang siapa memilih akan menyerang dengan sukarela pakailah dan bantulah."
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan sesudah Utsman naik menggantikan Umar bin Khattab dan Romawi menyerang Mesir dari laut, di samping itu pantai-pantai imperium itu sudah membentang sampai ke seluruh Afrika bagian utara, Mu'awiyah mengulangi lagi permintaannya kepada Utsman untuk menyerang Siprus dari laut.
Dengan dibebaskannya Afrika yang mencakup semua negeri di pantai Laut Tengah, dari Antakiah di utara Syam , dan di ujung timur Laut itu sampai ke ujung barat di Afrika bagian utara, Kedaulatan Islam sudah makin luas.
Baca juga: Kisah Kegagalan Romawi Menguasai Mesir Kembali di Era Khalifah Utsman bin Affan
Mu'awiyah di Syam yakin bahwa pantai-pantai yang terbentang ribuan mil itu tak mungkin aman dari serbuan mendadak pihak musuh dari arah laut, kecuali jika Arab mempunyai armada laut yang dapat menghadapi armada laut Romawi, kalau mereka berusaha hendak kembali ke bagian mana pun di daerah itu.
"Itulah pokok pendapatnya sejak ia memerintah Syam dan mengetahui Romawi akan menyerang Antakiah dari arah laut," tulis Haekal.
Itu sebabnya dulu ia menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab menerangkan tentang pulau Siprus yang begitu dekat ke Hims.
Katanya, bahwa anjing yang menggonggong dan ayam yang berkokok di sana, akan terdengar dari desa di Hims. Tetapi Khalifah Umar tidak mengizinkan.
Sesudah Utsman naik dan Romawi menyerang Mesir dari laut, di samping itu pantai-pantai imperium itu sudah membentang sampai ke seluruh Afrika bagian utara, Mu'awiyah mengulangi lagi permintaannya kepada Usman untuk menyerang Siprus dari laut.
Tetapi Utsman juga masih khawatir. Kalau dia mengizinkan berarti ia sudah menyalahi kebijakan Umar dan merusak janjinya waktu dibaiat, dan dengan pelanggaran itu ia akan dikecam orang.
Baca juga: Khatmul-Qur’an Dilakukan di Era Khalifah Usman bin Affan
Akan tetapi ia melihat permintaan Mu'awiyah itu suatu pikiran yang baik dan mempunyai pandangan jauh, yang bila ditolak, dari segi politik tentu salah. Karenanya ia menulis kepada Mu'awiyah: "Saya sudah melihat penolakan Umar ketika Anda meminta pendapatnya untuk menyerang dari laut."
Mu'awiyah masih juga mengulangi pendapatnya itu. Sekali ini permintaannya dipenuhi, tetapi ia berkata: "Biar orang memilih sendiri dan janganlah memaksa mereka yang terbaik di antara mereka. Barang siapa memilih akan menyerang dengan sukarela pakailah dan bantulah."
Lihat Juga :