Akhir Tragis Raja Kisra II, Seluruh Keluarganya Dibunuh

Rabu, 08 Desember 2021 - 15:38 WIB
“Dari Muhammad Rasulullah, kepada Kisra, Maharaja Kisra. Berbahagialah siapa yang mengikut petunjuk....”

Baru sampai di situ sekretaris membaca surat, api kemarahan menyala di dada Kisra. Mukanya merah, dan urat lehernya membengkak. Ia tersinggung berat karena Rasulullah menyebut nama dirinya sendiri lebih dahulu sebelum menuliskan nama Kisra. Lalu Kisra merebut surat tersebut dari tangan sekretaris, dan menyobeknya tanpa mengetahui isi surat selanjutnya.

“Berani-berani dia menulis seperti itu kepadaku....! padahal dia budakku...!” teriak Kisra.

Lalu ia memerintahkan Abdullah bin Hudzafah diusir dari majlis. Abdullah pun keluar dari Majlis Kisra.

Baca juga: Utusan Nabi ke Kisra dan Balasan Allah bagi Penyobek Surat Rasulullah

Gubernur Yaman

Setelah itu Kisra memerintahkan Badhan, gubernurnya di Yaman, membawa Nabi Muhammad SAW ke hadapannya. Selanjutnya Badhan menugaskan dua orang bawahannya untuk menemui Rasulullah sambil membawa surat untuknya.

Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam bukunya berjudul"Sirah Nabawiyah" menuturkan ketika dua utusan tersebut tiba di Madinah dan menghadap Rasulullah, salah seorang di antara mereka dengan nada mengancam berkata, “Sesungguhnya Syahinsyah (Rajanya para raja) Kisra telah mengirim surat kepada Raja Badhan, agar dia mengirim utusan untuk menemui Tuan, lalu membawa Tuan ke hadapannya.”

Rasulullah kemudian meminta mereka untuk menemuinya lagi pada keesokan harinya.

Pada saat yang sama di Persia terjadi pemberontakan besar-besaran yang diprakarsai oleh putra Kisra sendiri, Shiruyah, atau yang memiliki nama monarki Qubadh II (di Barat dikenal dengan nama Kavadh II).

Michael G. Morony dalam bukunya berjudul "Iraq After the Muslim Conquest" mengisahkan saat itu, pada malam hari, para prajurit penjaga malam (hurras) di Madain yang biasanya menyerukan nama raja yang berkuasa ketika melewati jalan-jalan, malah menyebutkan nama Shiruyah sebagai Syahinsyah (Shahshanah) ketimbang Kisra II (Abarwiz), sebuah tanda kudeta telah dimulai.

Baca juga: Kemenangan Muslim, Berakhirnya Kekaisaran Kisra dan Rampasan Perang yang Tak Ternilai

Masuk Islam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!