Baca Ayat Kursi Menjelang Tidur, Ini Keutamaannya
Rabu, 08 Desember 2021 - 21:59 WIB
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan super ketat. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik di sekelilingnya lantaran sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri.
Abu Hurairah bertekad tidak akan melepaskannya lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri itu. Ia kesal. Kenapa pencuri itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah.
"Kali ini tidak akan kuberi ampun," kata Abu Hurairah dalam hati.
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati.
Tak lama kemudian pencuri itu bertekuk lutut di hadapan Abu Hurairah dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya.
"Kali ini kau pasti kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga," gertak Abu Hurairah.
Pencuri itu kembali memohon. Namun, tangan Abu Hurairah menggenggam erat pencuri dan tidak melepaskannya. Maka dengan rasa putus asa akhirnya si pencuri itu berkata: "Lepaskan saya, saya akan ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."
Abu Hurairah spontan penasaran. "Kalimat-kalimat apakah itu?" tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu.
"Bila tuan hendak tidur, bacalah Ayat Kursi: Allahu Laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuum... dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada setan yang berani mendekati tuan sampai pagi."
Mendengar itu, pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Sepertinya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Esok harinya, ia kembali menghadap Rasulullah untuk melaporkan pengalamannya yang tidak biasa itu yaitu pencuri yang mengajarkan "Ayat Kursi".
"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasulullah sebelum Abu Hurairah menceritakan segalanya.
Abu Hurairah bertekad tidak akan melepaskannya lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri itu. Ia kesal. Kenapa pencuri itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah.
"Kali ini tidak akan kuberi ampun," kata Abu Hurairah dalam hati.
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati.
Tak lama kemudian pencuri itu bertekuk lutut di hadapan Abu Hurairah dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya.
"Kali ini kau pasti kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga," gertak Abu Hurairah.
Pencuri itu kembali memohon. Namun, tangan Abu Hurairah menggenggam erat pencuri dan tidak melepaskannya. Maka dengan rasa putus asa akhirnya si pencuri itu berkata: "Lepaskan saya, saya akan ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."
Abu Hurairah spontan penasaran. "Kalimat-kalimat apakah itu?" tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu.
"Bila tuan hendak tidur, bacalah Ayat Kursi: Allahu Laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuum... dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada setan yang berani mendekati tuan sampai pagi."
Mendengar itu, pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Sepertinya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Esok harinya, ia kembali menghadap Rasulullah untuk melaporkan pengalamannya yang tidak biasa itu yaitu pencuri yang mengajarkan "Ayat Kursi".
"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasulullah sebelum Abu Hurairah menceritakan segalanya.
Lihat Juga :