Sudah 12 Abad Jasad Nabi Daniel Masih Utuh, Minta Dikubur Umat Muhammad
Selasa, 14 Desember 2021 - 16:46 WIB
Ketika kami menaklukkan kota Tustar, kami mendapati di antara kekayaan istana Hurmuzan sebuah tempat tidur yang di atasnya ada jenazah seorang laki-laki yang di atas kepalanya ada mushaf.
Lalu, kami mengambil mushaf itu dan membawanya ke hadapan Umar bin Khattab . Kemudian, Umar memanggil Ka'ab dan memerintahkannya untuk menyalinnya ke dalam bahasa Arab.
"Akulah orang Arab pertama yang membaca mushaf tersebut. Aku membacanya seperti aku membaca al-Qur'an," lanjut Abu al-Aliyah.
Selanjutnya, aku (perawi hadis) berkata kepada Abu al-Aliyah, “Apa yang ada di dalamnya?”
Ia menjawab, “Sejarah kalian, ucapan-ucapan kalian, dan hal-hal yang terjadi setelahnya.”
Lalu, aku bertanya lagi, “Apa yang engkau lakukan terhadap jenazah yang kalian temukan itu?”
Ia menjawab, “Kami menggali liang lahat pada siang harinya sebanyak tiga belas lubang secara terpisah. Lalu, ketika malam tiba, kami makamkan jenazah itu dan kami meratakan semua makam tersebut, dengan tujuan agar kami menyembunyikannya dari manusia supaya mereka tidak menggalinya.”
Aku bertanya lagi kepadanya (Abu al-Aliyah), “Kemudian, apa yang mereka harapkan darinya?”
Ia menjawab, “Jika mereka tertimpa musim kemarau, mereka menampakkan tempat tidur tersebut sehingga hujan pun turun.”
Aku bertanya lagi, “Menurutmu, siapa (jenazah) orang itu?”
Ia menjawab, “Seseorang yang disebut-sebut bernama Daniel.”
Aku bertanya lagi, “Sejak kapan kalian menemukan jenazah itu dalam keadaan wafat?”
Lalu, kami mengambil mushaf itu dan membawanya ke hadapan Umar bin Khattab . Kemudian, Umar memanggil Ka'ab dan memerintahkannya untuk menyalinnya ke dalam bahasa Arab.
"Akulah orang Arab pertama yang membaca mushaf tersebut. Aku membacanya seperti aku membaca al-Qur'an," lanjut Abu al-Aliyah.
Selanjutnya, aku (perawi hadis) berkata kepada Abu al-Aliyah, “Apa yang ada di dalamnya?”
Ia menjawab, “Sejarah kalian, ucapan-ucapan kalian, dan hal-hal yang terjadi setelahnya.”
Lalu, aku bertanya lagi, “Apa yang engkau lakukan terhadap jenazah yang kalian temukan itu?”
Ia menjawab, “Kami menggali liang lahat pada siang harinya sebanyak tiga belas lubang secara terpisah. Lalu, ketika malam tiba, kami makamkan jenazah itu dan kami meratakan semua makam tersebut, dengan tujuan agar kami menyembunyikannya dari manusia supaya mereka tidak menggalinya.”
Aku bertanya lagi kepadanya (Abu al-Aliyah), “Kemudian, apa yang mereka harapkan darinya?”
Ia menjawab, “Jika mereka tertimpa musim kemarau, mereka menampakkan tempat tidur tersebut sehingga hujan pun turun.”
Aku bertanya lagi, “Menurutmu, siapa (jenazah) orang itu?”
Ia menjawab, “Seseorang yang disebut-sebut bernama Daniel.”
Aku bertanya lagi, “Sejak kapan kalian menemukan jenazah itu dalam keadaan wafat?”
Lihat Juga :