6 Alasan Menjadi Seorang Mukmin yang Selalu Bersyukur

Selasa, 14 Desember 2021 - 17:15 WIB
Misalnya, ketika orang-orang di sekeliling kita berlomba menjadi yang terkini dengan selalu gonta-ganti gadget terbaru, sedangkan kita belum memiliki rezeki untuk ikut-ikutan, apa yang harus kita lakukan? Dari pada bingung mencari cara agar bisa melakukan hal yang sama yang bahkan bisa menimbulkan rasa iri dengki, bukankah lebih baik kita mensyukuri apa yang sudah kita miliki?

5. Membuat hidup bahagia

Kunci hidup bahagia salah satunya adalah dengan bersyukur. Mensyukuri apa yang sudah diberikan Allah akan membuat hidup kita terhindar dari rasa iri, riya, dan sifat-sifat buruk lainnya. Kita tidak perlu pusing dengan persaingan kekayaan orang lain, karena kita selalu bisa bersyukur. Kita juga tidak perlu dirundung keputusasaan jika banyak hal yang tidak berjalan sesuai harapan, karena bersyukur membuat kita lapang. Dengan begitu, hidup akan lebih tenang dan juga bahagia.

Nah muslimah, sebaiknya pula rasa syukur harus dibarengi dengan sifat qana’ah, yakni menerima apa adanya atas apa yang telah Allah berikan walaupun hanya sedikit.

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur”(HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).



Wallahu A'lam
(wid)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ عَلَيۡكَ الۡكِتٰبَ مِنۡهُ اٰيٰتٌ مُّحۡكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الۡكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ‌ؕ فَاَمَّا الَّذِيۡنَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ زَيۡغٌ فَيَتَّبِعُوۡنَ مَا تَشَابَهَ مِنۡهُ ابۡتِغَآءَ الۡفِتۡنَةِ وَابۡتِغَآءَ تَاۡوِيۡلِهٖۚ وَمَا يَعۡلَمُ تَاۡوِيۡلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ؔ‌ۘ وَ الرّٰسِخُوۡنَ فِى الۡعِلۡمِ يَقُوۡلُوۡنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنۡ عِنۡدِ رَبِّنَا ‌ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ
Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, Kami beriman kepadanya (Al-Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.

(QS. Ali 'Imran Ayat 7)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More