Ibadah Paling Dicintai Allah: Silaturahim, Amar Ma'ruf, dan Nahi Munkar

Selasa, 09 Juni 2020 - 15:26 WIB
Munkar yaitu semua yang dilarang oleh Allah SWT dan rasul-Nya. Maka semua maksiat, besar dan kecil, adalah munkar, karena diingkari oleh akal sehat dan fitrah yang lurus. Kemungkaran terbesar adalah syirik kepada Allah SWT.

Sesungguhnya amar ma’ruf dan nahi munkar, menurut Asma', merupakan pembeda di antara orang beriman dan orang munafik. Ia merupakan sifat orang beriman yang paling khusus.

Baca juga: Jangan Remehkan Kriteria Jodohmu, Ukhti!

Ada tiga tingkatan amar ma’ruf dan nahi munkar yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((«مَنْ رأى منكم منكرًا فليغيِّره بيده فإنْ لم يستطعْ فبلسانه فإنْ لم يستطعْ فبقلبه وذلك أضعف الإيمان)) [أخرجه مسلم].

“Siapa di antaramu yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya, jika tidak mampu maka hendaklah (ia mengubahnya) dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.’ (HR Muslim).

Baca juga: Tiga Soal Ujian di Alam Kubur untuk Dapat Tiket Surga atau Neraka

Demikian pula ada tiga sifat yang harus ada pada yang melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar, yaitu:

1. Ilmu, bahwa ia mengetahui yang ma’ruf yang dia menyuruhnya dan kemungkaran yang dia melarangnya.

2. Santun, bahwa ia bersifat santun lagi bijaksana dengan yang dia menyuruhnya dan pada sesuatu yang dia melarang darinya.

3. Sabar, ia sabar terhadap gangguan, sebagaimana Allah SWT menceritakan wasiat Luqman al-Hakim agar manusia melaksanakan dan mengikutinya.

Baca juga: 4 Perkara Syarat Diterimanya Amal Saleh dan Digandakan Pahalanya

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالى: ﴿ يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ﴾ [لقمان: 17].

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman:17).

Mengetahui adalah sebelum menyuruh dan melarang, santun adalah di saat menyuruh dan melarang, dan sabar adalah setelah menyuruh dan melarang. Wallahu'alam. (Baca juga: Kisah Cinta Mengharukan Atikah dan Abdullah Putra Abu Bakar ).
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!