Kisah Sufi Syaikh Ali Farmadhi: Orang yang Hidupnya Tak Terpahami

Jum'at, 24 Desember 2021 - 12:54 WIB
"Tidak, saya hanya berhenti saja."

Orang-orang itu tidak bisa memahami tindakannya.

Mereka pun mendekatinya untuk menuliskan kisah kehidupannya.

"Apa yang telah Tuan alami dalam hidup Tuan?" tanya mereka.

"Saya terjun ke sebuah sungai, menjadi seorang nelayan, lalu pada suatu malam pergi meninggalkan gubuk buluh milik nelayan yang menolongku. Setelah itu, saya menjadi seorang petani. Ketika sedang mengepak kain wol, saya beranjak pergi ke Mosul, di mana saya menjadi seorang saudagar kulit. Di sana saya mendapat banyak uang, namun melepaskannya juga. Kemudian, saya berjalan ke Samarkand dan bekerja menjual bahan pangan. Dan, di sinilah saya kini."

"Namun, perilaku-perilaku yang tak terpahami itu tidak memberikan penerangan atas kemampuanmu yang ajaib dan teladanmu yang mengagumkan," kata para penulis riwayat itu.

"Hanya itu pengalaman-pengalamanku," kata Mojud.

Begitulah, para penulis tadi menyusun bagi Mojud, sebuah kisah kehidupan yang menarik dan menakjubkan, sebab semua orang suci harus mempunyai kisah kehidupan, dan ceritanya harus sesuai dengan selera pendengarnya, bukan kenyataan kehidupannya yang sebenarnya.

Dan, tak ada orang yang diperbolehkan menyinggung tentang Khidr secara langsung. Itulah sebabnya mengapa kisah tersebut tidak benar. Kisah itu merupakan suatu gambaran mengenai sebuah kehidupan.

Versi ini berasal dari naskah abad ketujuh belas milik Lala Anwar, Hikayat I Abdalan (Kisah Para Terubahkan).

Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. Juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.

Baca juga: Kisah Sufi Kalandar: Kecurigaan Perselingkuhan dalam Peti Kuno Nuri Bey
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!