Kenikmatan Sesaat Yang Menyebabkan Allah Murka
Rabu, 10 Juni 2020 - 08:00 WIB
Orang yang melakukan maksiat, terkadang tidak merasa dirinya melakukan maksiat. Padahal, dampak maksiatnya itu membuat hatinya tidak lagi merasakan nikmatnya ketaatan. Dia salat dan berdoa pun tidak bisa khusyu’. Salat dan doanya pun kehilangan ruhnya, akibatnya salat dan berdoa, tetapi tidak ada pengaruhnya.(Baca juga : Rutinlah Beramal Agar Senantiasa Bahagia )
Bagi orang seperti ini, kelezatan munajatnya hilang. Kelezatan salatnya hilang. Kelezatan membaca Al-Qur’annya hilang. Kelezatan mengajinya hilang. Dia pun lama kelamaan akan malas munajat, karena tidak merasakan lagi nikmatnya munajad kepada Allah. Dia mulai meninggalkan salat, karena salatnya terasa hampa. Dia pun mulai meninggalkan Al-Qur’an , karena baginya Al-Qur’an tidak lagi menarik hatinya. Dia pun malas datang kajian, karena nikmat ketaatannya sirna. Akhirnya, dia pun jauh, dan semakin jauh dari ketaatan..
Maksiat itu telah membunuh kelezatan ketaatannya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Jika kita sudah mulai dihinggapi tanda-tanda tadi, maka waspadalah. Segeralah kembali, sebelum jauh meninggalkan jalan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Karena itu, agar jauh dari maksiat maka muslimah harus memperbaiki amalnya. Tingkatkan ahsanul amal atau amal atau perbuatan yang baik. Maksiat akan mengantarkan manusia ke neraka. Sedangkan amal yang baik akan mengantarkan ke surga.
Sebagaimana Allah terangkan dalam Qs Al Mulk ayat 2 :
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
"Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian -wahai manusia- siapa di antara kalian yang paling baik amalnya. Dia Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang bisa mengalahkan-Nya, Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat kepada-Nya."
Maka, mulai sekarang, jauhi maksiat dan segera lakukan perbuatan yang baik, yaitu niat ikhlas karena Allah dan benar caranya sesuai syariat.
Wallahu A'lam
Bagi orang seperti ini, kelezatan munajatnya hilang. Kelezatan salatnya hilang. Kelezatan membaca Al-Qur’annya hilang. Kelezatan mengajinya hilang. Dia pun lama kelamaan akan malas munajat, karena tidak merasakan lagi nikmatnya munajad kepada Allah. Dia mulai meninggalkan salat, karena salatnya terasa hampa. Dia pun mulai meninggalkan Al-Qur’an , karena baginya Al-Qur’an tidak lagi menarik hatinya. Dia pun malas datang kajian, karena nikmat ketaatannya sirna. Akhirnya, dia pun jauh, dan semakin jauh dari ketaatan..
Maksiat itu telah membunuh kelezatan ketaatannya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Jika kita sudah mulai dihinggapi tanda-tanda tadi, maka waspadalah. Segeralah kembali, sebelum jauh meninggalkan jalan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Karena itu, agar jauh dari maksiat maka muslimah harus memperbaiki amalnya. Tingkatkan ahsanul amal atau amal atau perbuatan yang baik. Maksiat akan mengantarkan manusia ke neraka. Sedangkan amal yang baik akan mengantarkan ke surga.
Sebagaimana Allah terangkan dalam Qs Al Mulk ayat 2 :
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
"Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian -wahai manusia- siapa di antara kalian yang paling baik amalnya. Dia Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang bisa mengalahkan-Nya, Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat kepada-Nya."
Maka, mulai sekarang, jauhi maksiat dan segera lakukan perbuatan yang baik, yaitu niat ikhlas karena Allah dan benar caranya sesuai syariat.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :