Fenomena Kilat: Malaikat Pengoyak Awan, Kecepatannya Capai 150.000 Km/Detik

Kamis, 20 Januari 2022 - 05:10 WIB
Begitu juga ketika Ali radhiyallahu 'anhu ditanya, beliau mengatakan: " Petir adalah Malaikat, dan suaranya itu adalah pengoyak di tangannya." Dalam riwayat lain Ali berkata: "Suaranya itu adalah pengoyak dari besi di tangannya."

Rasulullah SAW apabila mendengar suara guntur dan petir, beliau membaca doa sebagaimana yang diriwayatkan Al-Bukhari, Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasai dari Ibnu Umar berikut:

اللَّهُمَّ، لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ


"Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu."

Disebutkan bahwa Nabi juga membaca doa berikut apabila mendengar suara guruh:

سُبْحَانَ مَنْ يُسبّح الرعْد بِحَمْدِهِ


"Mahasuci Tuhan yang guruh bertasbih dengan memuji-Nya."

Kecepatan Kilat Capai 150.000 Km Per Detik

Menurut kajian saintis, terbentuknya awan-awan mendung (thunder-clouds), kilat, guruh, dan halilintar, sebagaimana diungkapkan Al-Quran, sejak awal diyakini para ilmuwan merupakan fenomena alam yang mempunyai hubungan yang erat dengan proses kejadian hujan dan badai yang sering di muka bumi.

Memang tidak semua jenis awan bisa mendatangkan hujan. Awan yang dapat menyebabkan turunnya hujan adalah awan dari jenis kumulonimbus (cumulonimbus). Menurut saintis, awan yang terbentuk akan menghasilkan pemisah muatan (listrik) positif dan negatif. Muatan positif umumnya berkumpul di bagian atas awan, sedangkan muatan negatif berkumpul di bagian bawah awan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!