Apa Kabar Alumni Ramadhan? Ini Pesan Ustaz Oemar Mita
Kamis, 11 Juni 2020 - 17:45 WIB
"Kenapa kita harus tahu ini, bukankah nantinya kita su'udzan sama Allah? Enggak, di sini kita malah disuruh melakukan amal berkualitas, tidak asal-asalan, tidak Apa adanya dan ala kadarnya," terang Ustaz Oemar . (Baca Juga: Rahasia Musibah dan Amalan yang Harus Dihidupkan )
Apa Setelah Ramadhan?
Lalu, apa yang harus dilakukan setelah Ramadhan? Lakukanlah apa yang dilakukan oleh generasi terbaik umat ini, yaitu generasinya Sahabat:
1. Memperbanyak Doa.
Karena hanya doa yang bisa mengubah takdir, dan dengan doa kita bisa mengetuk pintu langit. Umat terdahulu menjadikan setahun itu menjadi 2 bagian, 6 bulan setelah Ramadhan mereka pakai untuk berdoa agar amal-amal mereka selama Ramadhan diterima Allah Ta'ala. 6 bulan berikutnya mereka berdoa agar mereka dipertemukan kembali dengan Ramadhan.
2. Menjadikan RamadhansebagaiPola Hidup Ideal.
Ramadhan hakikatnya bukan nama bulan semata. Lakukan pola hidup seperti di bulan Ramadhan , bangun sebelum azan subuh, lanjutkan dengan puasa-puasa sunnah, lanjutkan salat malamnya, lanjutkan bacaan Al-Qur'annya. Sama seperti kalau kita ke Makkah dan Madinah, di sana waktu kita kebanyakan dipakai buat ibadah, tidur dan makan hanya selingan saja. Orang beriman sesungguhnya tidak pernah berpisah dengan Ramadhan.
3. Waspada Terhadap Rayap (Perusak) Amal.
Yaitu kemunafikan, kedzaliman, menjadi wali syaithan di kala sendiri, menggugat takdir, akhlaq yang buruk, riya', ghibah, meninggalkan salat Jum'at. Kita semua sebagai alumni Ramadhan harus waspada terhadap rayap (perusak) amal ini.
Indikator amal diterima oleh Allah Ta'ala. Ini untuk menilai diri sendiri bukan untuk menilai orang lain. Yaitu:
Apa Setelah Ramadhan?
Lalu, apa yang harus dilakukan setelah Ramadhan? Lakukanlah apa yang dilakukan oleh generasi terbaik umat ini, yaitu generasinya Sahabat:
1. Memperbanyak Doa.
Karena hanya doa yang bisa mengubah takdir, dan dengan doa kita bisa mengetuk pintu langit. Umat terdahulu menjadikan setahun itu menjadi 2 bagian, 6 bulan setelah Ramadhan mereka pakai untuk berdoa agar amal-amal mereka selama Ramadhan diterima Allah Ta'ala. 6 bulan berikutnya mereka berdoa agar mereka dipertemukan kembali dengan Ramadhan.
2. Menjadikan RamadhansebagaiPola Hidup Ideal.
Ramadhan hakikatnya bukan nama bulan semata. Lakukan pola hidup seperti di bulan Ramadhan , bangun sebelum azan subuh, lanjutkan dengan puasa-puasa sunnah, lanjutkan salat malamnya, lanjutkan bacaan Al-Qur'annya. Sama seperti kalau kita ke Makkah dan Madinah, di sana waktu kita kebanyakan dipakai buat ibadah, tidur dan makan hanya selingan saja. Orang beriman sesungguhnya tidak pernah berpisah dengan Ramadhan.
3. Waspada Terhadap Rayap (Perusak) Amal.
Yaitu kemunafikan, kedzaliman, menjadi wali syaithan di kala sendiri, menggugat takdir, akhlaq yang buruk, riya', ghibah, meninggalkan salat Jum'at. Kita semua sebagai alumni Ramadhan harus waspada terhadap rayap (perusak) amal ini.
Indikator amal diterima oleh Allah Ta'ala. Ini untuk menilai diri sendiri bukan untuk menilai orang lain. Yaitu:
Lihat Juga :