Kisah Khalifah Umar bin Khattab Memecat Khalid bin Walid sebagai Panglima Perang

Senin, 14 Maret 2022 - 18:57 WIB
'Umar menatap muka Khalid dan berkata: "Aku sekadar melakukan tugasku menyelamatkan tauhidnya ummat. Engkau adalah panglima yang gagah perkasa, dan Rasulullah SAW sendiri yang telah mengangkatmu memegang jabatanmu itu.

Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir

Sejak itu engkau belum pernah terkalahkan di setiap medan pertempuran, sehingga rakyat sudah mulai menyanyikan lagu-lagu yang memuji dan memuja namamu di samping memuji Allah SWT.

Aku takut hal ini akan berkembang menjadi keyakinan seolah-olah engkaulah satu-satunya yang sanggup memenangkan seluruh perjuangan ini dengan atau tanpa syafaat Allah SWT.

Bukankah dengan demikian mereka menjadi musyrikin? Maka aku ingin buktikan kepada mereka, bahwa 'Umar, hamba Allah yang lemah dan hina ini, telah sanggup menjatuhkan engkau panglima yang gagah perkasa. Dengan demikian kuharap mereka kembali memuji dan memuja hanya Allah SWT."

Mendengar keterangan 'Umar yang tegas menegakkan tauhid itu Khalid menerima kebijakan Khalifah yang 'arif itu dengan ikhlas. Maka besoknya ia kembali ke medan perang membantu rekan-rekannya yang sedang mati-matian di Romawi Timur.

Khalid maju di bawah pimpinan bekas bawahannya sebagai prajurit biasa. Ketika ditanyakan orang kepadanya mengapa ia terus juga berjuang sesudah dipecat oleh 'Umar sebagai panglima, maka Khalid menjawab tegas: "Aku berjuang bukan karena 'Umar, aku berjuang semata karena Allah SWT."

Muhammad 'Imaduddin 'Abdulrahim (1931-2008) dalam buku berudul "Kuliah Tauhid" menyebut sikap Umar dan Khalid sebagai contoh-contoh pribadi tauhid yang tulen.

Baca juga: Biara Khalid bin Walid dan Kisah Pengepungan Panjang Damsyik
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!