Tarhib Ramadhan, Ini Perbedaan Sholat Tarawih dan Tahajud
Sabtu, 19 Maret 2022 - 19:42 WIB
Menurut jumhur ulama, sholat Tarawih berjamaah pada bulan Ramadhan hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Foto Masjidil Haram Mekkah/Ist
Sudah menjadi kebiasaan setiap memasuki bulan suci Ramadhan umat muslim menggelar Tarhib (menyambut Ramadhan) sebagai bentuk penyambutan atas datangnya tamu agung tersebut. Selain hati yang gembira, umat muslim perlu mengetahui ilmu berkaitan dengan amaliyah Ramadhan.
Berikut ulasan tentang perbedaan sholat Tarawih dan Tahajud pada bulan Ramadhan. Seperti diketahui, ibadah malam yang biasa dikerjakan berjamaah pada bulan Ramadhan adalah sholat Tarawih dan Witir. Walaupun sholat Tarawih dan sholat Tahajud sama sama disebut sebagai Qiyamullail, namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya.
Baca Juga: Salat Tarawih, 20 Atau 8 Rakaat? Ini Penjelasannya
Ustaz Muhammad Ajib dalam bukunya "33 Macam Jenis Shalat Sunnah" menguraikan 8 perbedaan antara sholat Tarawih dan sholat Tahajud.
Berikut 8 Perbedaannya:
1. Masa Pensyariatan
Sholat Tarawih belum disyariatkan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masih di Mekkah. Selama di masa Mekkah tidak dikenal shalat tarawih, karena shalat tarawih baru ada nanti ketika Rasulullah di Madinah. Berbeda dengan tahajjud yang disyariatkan sejak awal mula masa kenabian. Ada yang mengatakan bahwa wahyu kedua yang turun sudah memerintahkan bangun malam dalam arti sholat Tahajud. Intinya, shalat Tahajud sudah dikenal dan disyariatkan sejak Rasulullah di Mekkah.
2. Berapa Kali Nabi Melakukannya
Jika kita perhatikan hadits-hadits yang shahih mengenai sholat tarawih, ternyata tarawih dilakukan oleh Nabi kurang lebih hanya tiga kali malam saja. Beliau shalat secara berjamaah di dalam Masjid Nabawi. Di hari kemudian beliau tidak datang ke masjid. Sehingga para shahabat pun otomatis juga meninggalkannya. Ternyata alasan Nabi ke masjid adalah karena beliau khawatir sholat tarawih itu kelak diwajibkan dan akan memberatkan umatnya. Maka sepanjang hidupnya pada tiap malam beliau selalu melakukan sholat tahajud . Tidak peduli apakah di dalam bulan Ramadhan atau pun di luar bulan Ramadhan.
3. Pengkhususan Bulan
Berikut ulasan tentang perbedaan sholat Tarawih dan Tahajud pada bulan Ramadhan. Seperti diketahui, ibadah malam yang biasa dikerjakan berjamaah pada bulan Ramadhan adalah sholat Tarawih dan Witir. Walaupun sholat Tarawih dan sholat Tahajud sama sama disebut sebagai Qiyamullail, namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya.
Baca Juga: Salat Tarawih, 20 Atau 8 Rakaat? Ini Penjelasannya
Ustaz Muhammad Ajib dalam bukunya "33 Macam Jenis Shalat Sunnah" menguraikan 8 perbedaan antara sholat Tarawih dan sholat Tahajud.
Berikut 8 Perbedaannya:
1. Masa Pensyariatan
Sholat Tarawih belum disyariatkan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masih di Mekkah. Selama di masa Mekkah tidak dikenal shalat tarawih, karena shalat tarawih baru ada nanti ketika Rasulullah di Madinah. Berbeda dengan tahajjud yang disyariatkan sejak awal mula masa kenabian. Ada yang mengatakan bahwa wahyu kedua yang turun sudah memerintahkan bangun malam dalam arti sholat Tahajud. Intinya, shalat Tahajud sudah dikenal dan disyariatkan sejak Rasulullah di Mekkah.
2. Berapa Kali Nabi Melakukannya
Jika kita perhatikan hadits-hadits yang shahih mengenai sholat tarawih, ternyata tarawih dilakukan oleh Nabi kurang lebih hanya tiga kali malam saja. Beliau shalat secara berjamaah di dalam Masjid Nabawi. Di hari kemudian beliau tidak datang ke masjid. Sehingga para shahabat pun otomatis juga meninggalkannya. Ternyata alasan Nabi ke masjid adalah karena beliau khawatir sholat tarawih itu kelak diwajibkan dan akan memberatkan umatnya. Maka sepanjang hidupnya pada tiap malam beliau selalu melakukan sholat tahajud . Tidak peduli apakah di dalam bulan Ramadhan atau pun di luar bulan Ramadhan.
3. Pengkhususan Bulan
Lihat Juga :