Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan

Rabu, 06 April 2022 - 15:10 WIB
Salah satu Hadis yang masyhur di kalangan muslim di Indonesia mengatakan bahwa bulan Ramadhan terbagi tiga fase. Foto/dok Daarul Quran
Ustaz Hendy Irawan Saleh STh.I ME

Pengasuh Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Bandung

Sebagian umat Islam sangat menanti-nanti kedatangan bulan Ramadhan. Ini karena Ramadhan memiliki kemuliaan dan keutamaan spesial dibanding bulan lain. Tak sedikit ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang kemuliaan bulan suci Ramadhan.

Salah satu yang sangat masyhur di kalangan umat Islam, terutama di Indonesia, adalah hadis yang mengatakan bahwa 30 hari bulan Ramadhan terbagi atas tiga hal. Hari-hari pertama di bulan Ramadhan adalah rahmat. Hari-hari pertengahan Ramadhan adalah ampunan.

Baca Juga: Apakah Merokok Membatalkan Puasa?



Hari-hari akhir Ramadhan adalah pembebasan dari api neraka. Adapun redaksi hadis tersebut sebagai berikut:

وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Artinya: "Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka."

Dengan adanya hadis ini, umat Islam tentu sangat termotivasi untuk melakukan sebanyak-banyaknya amal baik. Umat Islam sangat mengharapkan rahmat Allah di sepertiga pertama bulan Ramadhan, ampunan di sepertiga kedua di bulan Ramadhan, dan pembebasan api neraka di sepertiga terakhir di bulan Ramadhan. Namun, ulama memperdebatkan hadis tersebut: apakah hadis itu shahih atau tidak?

Tak banyak orang tahu bahwa itu adalah hadis yang bermasalah. Kiyai Mustafa Ali Yaqub, ulama hadis Indonesia yang juga pernah menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, mengatakan dalam bukunya yang berjudul "Hadis-hadis Palsu Ramadhan" bahwa hadis tersebut bermasalah.

Ia mengatakan bahwa hadis tersebut bermasalah karena terdapat seorang perawi bernama Ali bin Zaid bin Jud’an yang dianggap dha'if oleh ulama hadis. Lalu, apakah umat Islam tidak lagi bersemangat dalam melakukan amal baik di bulan Ramadhan? Itu tidaklah benar.

Ini karena sebagian ulama Hadis membolehkan umat Islam mengamalkan hadis dha'if dengan beberapa ketentuan. Jika ketentuan itu terpenuhi, maka umat Islam bisa mengamalkannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!