Makna Simbolik Kata Ramadhan Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Rabu, 13 April 2022 - 12:57 WIB
Derajat Tertinggi

Di sisi lain, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam "Tafsir al-Jilani" juga menafsirkan surat Al-Baqarah [2] ayat 186. Dia menyebut Ramadhan dalam konteks ayat ini merupakan bulan yang memiliki derajat dan martabat tertinggi serta paling mulia di sisi Allah.

Pada bulan ini, berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, Al-Quran diturunkan secara keseluruhan dari Lauh al-Mahfuzh saat Lailatul Qadr. Kemudian diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia, dan disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhamad SAW secara bertahap selama dua puluh tiga tahun. Tidak hanya itu, kemuliaan bulan Ramadhan ditambah dengan adanya fakta bahwa empat kitab (Al-Quran, Taurat, Zabur, dan Injil) juga diturunkan pada bulan itu.

Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi orang-orang (hudan lin nasi) yang beriman dengan keesaan Allah dan menghadapkan pandangannya yang menuntun ke arah tingkatan yakin (martabat al-yaqin).

Demikian pula, Al-Quran menjadi penjelas terhadap penyaksian dan tanda-tanda “petunjuk” yang begitu nyata. Petunjuk ini akan menyampaikan mereka yang telah tersingkap dari rahasia-rahasia keesaan (tauhid) menuju ke tingkatan kasat mata (ainul yaqin).

Sementara itu, fungsi Al-Quran sebagai pembeda (al-Furqan), atau yang menjadi pembeda antara al-Haqq (kebenaran sejati) yaitu Allah Yang Mahawujud dan al-bathil (kenisbian; ketiadaan) dari seluruh wujud alam semesta selain Allah itu sendiri. Pembeda (al-Furqan) ini akan mengantarkan mereka ke tingkatan pengetahuan hakiki (haqq al-yaqin).

Baca juga: Ketika Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menginginkan Kematian

Makna Simbolik

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menyematkan makna simbolik dari kata Ramadhan. Huruf ra sama dengan ridhwanullah (keridaan Allah); mim berarti muhabatullah (cinta kasih Allah terhadap para pelaku dosa); huruf dhadh diartikan dengan dhimmanullah (tanggung jawab atau garansi dari Allah); huruf alif bermakna alfatullah (keramahan Allah); huruf nun sama dengan nurullah (cahaya Allah).

Menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, karena itulah, bulan Ramadhan menjadi bulan keridhaan, bulan kecintaan Allah, bulannya Allah yang penuh tanggung jawab, bulan keramahan Allah, bulan limpahan dan karamah bagi para wali dan pelaku kebajikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!