Kisah Abu Bakar dan Bilal yang Dikarantina karena Terkena Wabah

Sabtu, 16 April 2022 - 14:19 WIB
Kondisi Bilal bin Rabah juga menyedihkan. Kalau demamnya menyerang, panas tubuhnya tinggi, tiba-tiba dia bangkit dari tidur lalu keluar rumah. Lantas dia berbaring di halaman sambil mulutnya berkata-kata atau melantunkan syair.

Baca juga: Doa Sayyidina Abu Bakar Saat Dipuji Orang Lain

Ketika Aisyah bertemu dengan Rasulullah diceritakanlah keadaan tiga sahabatnya itu. ”Mereka bertiga bicaranya kacau dan tidak sadar karena panas tubuhnya tinggi,” katanya.

Mendengar laporan Aisyah itu, Rasulullah langsung berdoa, ”Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana engkau membuat kami mencintai Madinah atau kuatkan kecintaan kami kepada Madinah. Berilah kami keberkahan mud di Madinah dan sha’ di Madinah. Pindahkan wabah Madinah ke Muha’ah.”

Di lain hari para sahabat Nabi yang terserang demam ini mengerjakan salat sambil duduk. Pada saat itu Rasulullah datang berkunjung maka Rasulullah pun berkata, ”Ketahuilah bahwa salat orang yang duduk itu pahalanya separo salat orang berdiri.”

Mendengar seruan Nabi itu para sahabat pun bangkit berdiri melanjutkan salatnya meskipun dengan payah karena tubuh yang sakit dan lemah.

Setelah beberapa hari kemudian wabah demam itu berangsur berkurang. Aktivitas masyarakat normal kembali. Muhajirin mulai berkegiatan di kota harapan ini. Kabar wabah tak menyurutkan kaum Muslim Makkah berdatangan. Gelombang hijrah terus berlangsung meskipun banyak hadangan dari warga Quraisy.

Baca juga: Benarkah Sayyidina Ali Menolak Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar?
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!