Kisah Kegagalan Khalifah Al-Hadi Menyingkirkan Harun Al-Rasyid
Rabu, 25 Mei 2022 - 17:34 WIB
Mendengar pendapat Yahya, Al-Hadi merasa cukup puas. Sehingga dia sempat membuang jauh-jauh keinginan untuk menggeser Harun dari posisi sebagai putra mahkota. Tapi ini tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian, keinginan itu muncul kembali.
Kali ini, keinginan tersebut bahkan didukung oleh para pengikut Al-Hadi. Mereka bahkan sampai menteror Harun Al-Rasyid, dan sempat berencana mempersekusinya.
Mendengar hal ini, Yahya memerintahkan pada Harun agar pergi ke tempat yang lebih aman sampai waktu yang tidak ditentukan. Akhirnya dia pun memohon izin pada Al-Hadi untuk pergi dengan alasan berburu.
Permintaannya diperkenankan oleh Al-Hadi. Harun pun pergi ke arah Suriah. Tidak banyak yang mengetahui tempatnya, selain orang-orang yang sangat terpercaya. Beberapa di antaranya, adalah ibunya dan Yahya.
Di tempat lain, Khaizuran, ibu Al-Hadi dan Harun mendengar perlakukan Al-Hadi kepada Harun. Dan dia sangat marah sekali pada Al-Hadi. Tapi menanggapi kemarahan ibunya, Al-Hadi malah naik pitam.
Sejak itu hubungan antara ibu dan anak ini tidak pernah baik lagi. Ketika Al-Hadi mengetahui bahwa ibunya banyak mencampuri urusan kenegaraan, Al-Hadi mendatangi ibunya dan berkata, “Kalau kulihat ada Amir yang keluar dari pintu rumah ibu, akan ku penggal kepalanya! Tidak punyakah ibu alat pemintal untuk menyibukkan diri atau Kitabullah yang bisa memberi ibu pengetahuan? Atau tidakkah ibu disibukkan dengan tasbih-tasbih?”
Mendengar kata-kata sekasar ini dari putranya, Khaizuran sampai berdiri karena tidak bisa menahan amarah. Belum puas menyakiti ibunya dengan perkataan yang kasar, Al-Hadi juga mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada ibunya.
Khaizuran yang curiga atas perilaku anaknya, tidak memakan makanan tersebut, tapi segera memberikannya pada anjing. Dan anjing itupun mati. Setelah menyaksikan sendiri tindakan putranya yang melampaui batas ini, Khaizuran mulai berencana untuk membunuh Al-Hadi.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Suatu ketika, keinginan Al-Hadi untuk membunuh Harun Al-Rasyid kian tak terbendung. Dia bahkan mengirimkan utusan khusus untuk memburu Harun dan membunuhnya. Mendengar ini, Khaizuran tidak bisa menahan lagi amarahnya.
Kali ini, keinginan tersebut bahkan didukung oleh para pengikut Al-Hadi. Mereka bahkan sampai menteror Harun Al-Rasyid, dan sempat berencana mempersekusinya.
Mendengar hal ini, Yahya memerintahkan pada Harun agar pergi ke tempat yang lebih aman sampai waktu yang tidak ditentukan. Akhirnya dia pun memohon izin pada Al-Hadi untuk pergi dengan alasan berburu.
Permintaannya diperkenankan oleh Al-Hadi. Harun pun pergi ke arah Suriah. Tidak banyak yang mengetahui tempatnya, selain orang-orang yang sangat terpercaya. Beberapa di antaranya, adalah ibunya dan Yahya.
Di tempat lain, Khaizuran, ibu Al-Hadi dan Harun mendengar perlakukan Al-Hadi kepada Harun. Dan dia sangat marah sekali pada Al-Hadi. Tapi menanggapi kemarahan ibunya, Al-Hadi malah naik pitam.
Sejak itu hubungan antara ibu dan anak ini tidak pernah baik lagi. Ketika Al-Hadi mengetahui bahwa ibunya banyak mencampuri urusan kenegaraan, Al-Hadi mendatangi ibunya dan berkata, “Kalau kulihat ada Amir yang keluar dari pintu rumah ibu, akan ku penggal kepalanya! Tidak punyakah ibu alat pemintal untuk menyibukkan diri atau Kitabullah yang bisa memberi ibu pengetahuan? Atau tidakkah ibu disibukkan dengan tasbih-tasbih?”
Mendengar kata-kata sekasar ini dari putranya, Khaizuran sampai berdiri karena tidak bisa menahan amarah. Belum puas menyakiti ibunya dengan perkataan yang kasar, Al-Hadi juga mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada ibunya.
Khaizuran yang curiga atas perilaku anaknya, tidak memakan makanan tersebut, tapi segera memberikannya pada anjing. Dan anjing itupun mati. Setelah menyaksikan sendiri tindakan putranya yang melampaui batas ini, Khaizuran mulai berencana untuk membunuh Al-Hadi.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Suatu ketika, keinginan Al-Hadi untuk membunuh Harun Al-Rasyid kian tak terbendung. Dia bahkan mengirimkan utusan khusus untuk memburu Harun dan membunuhnya. Mendengar ini, Khaizuran tidak bisa menahan lagi amarahnya.
Lihat Juga :