Hikmah Pergantian Siang dan Malam Menurut Al-Qur'an dan Sains

Selasa, 26 Juli 2022 - 15:39 WIB
Pandangan Sains

Para ahli falak hanya dapat menganalisa sebab terjadinya malam di suatu daerah demikian pula siang. Hal ini berpangkal dari perjalanan matahari dan perputaran bumi. Tetapi mereka tidak mampu sama sekali untuk mengubah ketentuan dan ketetapan Allah.

Mereka tidak dapat memperpanjang atau memperpendek siang atau malam di suatu daerah karena perputaran malam dan siang itu suatu ketentuan dari yang Mahakuasa.

Menurut saintis, pergantian siang ke malam secara optis (penglihatan) adalah pergeseran dari warna dari cahaya yang dilenturkan (diffracted) dari mula-mula cahaya kuning, ke jingga ke merah (menjelang waktu sholat Isya) sampai ke infra merah pada waktu sholat Isya.

Setelah itu semakin larut malam, maka bumi dihujani oleh gelombang yang lebih pendek yang bisa membahayakan manusia. Efek dari berbagai gelombang dari sinar matahari dengan panjang gelombang yang makin pendek belum diketahui secara mendalam.

Tetapi yang jelas bahwa gelombang yang sangat pendek, ke arah gelombang X atau gelombang rontgen cukup berbahaya bagi tubuh manusia apalagi jika dayanya tinggi.

Oleh karena itu manusia dianjurkan untuk tinggal di rumah dan beristirahat sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an.

Baca Juga: Langit dan Bumi Diciptakan dalam 6 Masa, Ini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!