Kisah Muhammad Al-Fatih Mengimami Sholat Jumat Saat Penaklukan Konstantinopel
Senin, 01 Agustus 2022 - 22:35 WIB
Muhammad Al-Fatih berseru di hadapan pasukannya: "Siapakah yang layak menjadi imam shalat Jumat?" Tak ada yang berani yang menawarkan diri. Lalu Muhammad Al-Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh pasukannya untuk bangun berdiri.
Kemudian beliau bertanya: "Siapakah di antara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh (dewasa) hingga hari ini pernah meninggalkan meninggalkan sholat wajib lima waktu, silakan duduk!"
Subhanallah! tak seorang pun pasukan Al-Fatih yang duduk. Semua tegak berdiri. Artunya, semua pasukan Muhammad Al-Fatih sejak remaja hingga hari ini, tak seorangpun yang meninggalkan sholat fardhu ataupun melalaikannya.
Lalu Muhammad Al-Fatih kembali bertanya: "Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga hari ini pernah meninggalkan sholat sunah Rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan sholat sunnah sekali saja silakan duduk."
Sebagian dari pasukannya segera duduk. Artinya, pasukannya sejak remaja ada yang teguh hati, tidak pernah meninggalkan sholat sunnah. Namun ada juga yang pernah meninggalkanya.
Kemudian Muhammad Al-Fatih berseru lagi: "Siapakah di antara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan sholat Tahajud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk!"
Apa yang terjadi? Terlihatlah pemandangan menakjubkan sebelum sholat dimulai. Semua yang hadir dengan cepat duduk! Hanya seorang yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia? Beliau adalah Sultan Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel Bizantium.
Beliaulah yang pantas menjadi imam sholat Jumat pada hari itu. Muhammad Al-Fatih dikenal seorang yang taat, sejak kecil sudah terbiasa dengan sholat dan malamnya selalu bermunajat kepada Allah. Ketika berkuasa, beliau membangun 300 masjid besar atau sedang, 57 madrasah, 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani termasuk Istanbul.
Baca Juga: Al-Fatih Sebaik-Baik Pemimpin, Pasukannya Sebaik-baik Pasukan
Kemudian beliau bertanya: "Siapakah di antara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh (dewasa) hingga hari ini pernah meninggalkan meninggalkan sholat wajib lima waktu, silakan duduk!"
Subhanallah! tak seorang pun pasukan Al-Fatih yang duduk. Semua tegak berdiri. Artunya, semua pasukan Muhammad Al-Fatih sejak remaja hingga hari ini, tak seorangpun yang meninggalkan sholat fardhu ataupun melalaikannya.
Lalu Muhammad Al-Fatih kembali bertanya: "Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga hari ini pernah meninggalkan sholat sunah Rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan sholat sunnah sekali saja silakan duduk."
Sebagian dari pasukannya segera duduk. Artinya, pasukannya sejak remaja ada yang teguh hati, tidak pernah meninggalkan sholat sunnah. Namun ada juga yang pernah meninggalkanya.
Kemudian Muhammad Al-Fatih berseru lagi: "Siapakah di antara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan sholat Tahajud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk!"
Apa yang terjadi? Terlihatlah pemandangan menakjubkan sebelum sholat dimulai. Semua yang hadir dengan cepat duduk! Hanya seorang yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia? Beliau adalah Sultan Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel Bizantium.
Beliaulah yang pantas menjadi imam sholat Jumat pada hari itu. Muhammad Al-Fatih dikenal seorang yang taat, sejak kecil sudah terbiasa dengan sholat dan malamnya selalu bermunajat kepada Allah. Ketika berkuasa, beliau membangun 300 masjid besar atau sedang, 57 madrasah, 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani termasuk Istanbul.
Baca Juga: Al-Fatih Sebaik-Baik Pemimpin, Pasukannya Sebaik-baik Pasukan
(rhs)
Lihat Juga :