Saat Islamisasi di Samudera Pasai, Gujarat Masih Hindu
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 16:31 WIB
Ketiga, alasan arkeologi, yaitu batu nisan. Bukti masuknya Islam ke Nusantara melalui India dibuktikan kesamaan-kesamaan batu nisan yang terdapat di beberapa tempat di India dan di Nusantara. Yang paling populer adalah batu nisan Sultan Malik Al-Shaleh di Samudra Pasai yang bertiti mangsa tahun 696 H/1297 M dan memiliki kesamaan dengan batu pualam yang dibuat di Cambay-Gujarat, India.
Baca juga: Islam Masuk ke Jawa: Kisah Sultan Al-Ghabbah Sampai Ruqyah Syaikh Subakir
Dalam buku "Arkeologi Islam Nusantara" karya Uka Tjandrasasmita juga disebutkan ditemukan pula batu nisan lain di pesisir utara Sumatera bertanggal 17 Dzulhijjah 831 H atau 27 September 1428 M. Makam ini memiliki batu nisan serupa dari Cambay, Gujarat, dan menjadi nisan pula untuk makam Maulana Malik Ibrahim, salah satu Walisongo, yang wafat tahun 1419.
Selain itu, Winsted menuturkan ditemukannya sebuah batu nisan di Kerajaan Melayu, Bruas, Semenanjung Malaya yang juga mirip dengan yang ada di India.
Menurut Winsted, sebagaimana dikutip Azyumardi Azra, karena batu-batu nisan yang ditemukan di Bruas, Pasai, dan Gresik saat itu kebanyakan didatangkan dari Gujarat, ini menunjukkan bahwa Islam pun datang dari Gujarat, India.
Masih dari daerah India, Fatimi menyebutkan tempat lain, yaitu Bengal. Menurut Fatimi, batu-batu nisan yang disebutkan mirip dengan yang berada di Gujarat sesungguhnya bukan Gujarat melainkan Bengal.
Batu yang mirip dengan yang terdapat di Bengal ini adalah batu nisannya Fatimah Binti Maimun di Leran Jawa Timur pada tahun 475/1082 tapi para sarjana jarang menyebutkannya.
Lemah dari Dua Sisi
Teori India ini lemah dari dua sisi. Pertama, lemah bila disimpulkan bahwa awal kedatangan Islam adalah dari Gujarat karena berarti mengabaikan sekian banyak data tentang peranan orang-orang Arab dan China pada abad-abad sebelumnya seperti dijelaskan dalam teori Arab.
Baca juga: Kisah Laksamana Cheng Ho Menyebarkan Islam di Nusantara
Baca juga: Islam Masuk ke Jawa: Kisah Sultan Al-Ghabbah Sampai Ruqyah Syaikh Subakir
Dalam buku "Arkeologi Islam Nusantara" karya Uka Tjandrasasmita juga disebutkan ditemukan pula batu nisan lain di pesisir utara Sumatera bertanggal 17 Dzulhijjah 831 H atau 27 September 1428 M. Makam ini memiliki batu nisan serupa dari Cambay, Gujarat, dan menjadi nisan pula untuk makam Maulana Malik Ibrahim, salah satu Walisongo, yang wafat tahun 1419.
Selain itu, Winsted menuturkan ditemukannya sebuah batu nisan di Kerajaan Melayu, Bruas, Semenanjung Malaya yang juga mirip dengan yang ada di India.
Menurut Winsted, sebagaimana dikutip Azyumardi Azra, karena batu-batu nisan yang ditemukan di Bruas, Pasai, dan Gresik saat itu kebanyakan didatangkan dari Gujarat, ini menunjukkan bahwa Islam pun datang dari Gujarat, India.
Masih dari daerah India, Fatimi menyebutkan tempat lain, yaitu Bengal. Menurut Fatimi, batu-batu nisan yang disebutkan mirip dengan yang berada di Gujarat sesungguhnya bukan Gujarat melainkan Bengal.
Batu yang mirip dengan yang terdapat di Bengal ini adalah batu nisannya Fatimah Binti Maimun di Leran Jawa Timur pada tahun 475/1082 tapi para sarjana jarang menyebutkannya.
Lemah dari Dua Sisi
Teori India ini lemah dari dua sisi. Pertama, lemah bila disimpulkan bahwa awal kedatangan Islam adalah dari Gujarat karena berarti mengabaikan sekian banyak data tentang peranan orang-orang Arab dan China pada abad-abad sebelumnya seperti dijelaskan dalam teori Arab.
Baca juga: Kisah Laksamana Cheng Ho Menyebarkan Islam di Nusantara
Lihat Juga :